Ratusan Massa “Kepung” Polresta

135
SIMULASI: Ratusan massa suporter sepakbola mengepung markas Polresta Magelang Kota menuntut pembebasan dua rekannya, Rabu (8/11) kemarin, dalam gelar simulasi pengamanan markas Polres Magelang Kota. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
SIMULASI: Ratusan massa suporter sepakbola mengepung markas Polresta Magelang Kota menuntut pembebasan dua rekannya, Rabu (8/11) kemarin, dalam gelar simulasi pengamanan markas Polres Magelang Kota. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG – Ratusan massa yang diduga salah satu suporter sepakbola, mengepung markas komando (mako) Polres Magelang Kota, Rabu (8/11) pagi kemarin. Ratusan massa tersebut, menuntut pembebasan kedua rekannya yang ditahan oleh kepolisian.

Awalnya, massa berdemo dan menyampaikan aspirasi agar polisi membebaskan kedua rekannya yang ditahan, karena diduga sebagai provokator kericuhan pertandingan sepakbola. Pihak kepolisian kemudian sigap membuat barikade dengan puluhan Polwan di depan mako.

Tim negosiator  yang diwakili oleh AKP Nunung Nurhayati mengajak para demonstran berunding. Massa kemudian sepakat dan mengirimkan lima orang perwakilannya. Namun, kerumunan massa di depan mako terus merangsek, sehingga Unit Dalmas langsung sigap membuat barikade.

Perwakilan massa dan polisi yang berunding, tidak menemukan titik terang, sehingga menimbulkan kemarahan massa di depan mako. Ulah provokator di barisan demonstrasi, berhasil membuat ratusan massa kalap.  Dengan beringas, massa merangsek maju melemparkan batu kayu dan memukul barikade polisi.

Suasana semakin panas, ketika salah satu provokator melemparkan bom molotov kepada barikade polisi. Terlebih, ketika beberapa peserta unjuk rasa membakar ban.

Unit Resmob dengan cepat langsung meringkus provokator aksi dan menggelandangnya ke mobil petugas. Unit Dalmas pun, sigap memadamkan api. Massa akhirnya bisa ditenangkan dan membubarkan diri. Situasi tersebut adalah rangkaian simulasi yang digelar oleh Polres Magelang Kota, pada Rabu (8/11) pagi kemarin.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, mengatakan, simulasi pengamanan tersebut, bagian dari kontijensi pihak kepolisian dalam melakukan pengamanan menjelang even pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan legislatif serta pilpres 2019.

“Ini sebagai bentuk persiapan kita untuk melakukan pengamanan markas, serta tujuan lebih besar adalah pengamanan menjelang pilkada 2018 nanti,” kata Kristanto.

Melalui simulasi tahap awal ini, kata dia, setiap petugas kepolisian dituntut siap siaga menghadapi kemungkinan adanya gangguan kamtibmas yang cenderung meningkat. Selain itu, untuk menguji seberapa siap anggotanya jika pun nanti menghadapi kejadian sebenarnya.

“Ini adalah simulasi awal. Oleh karena itu, simulasi pengamanan akan dilakukan dengan skala lebih besar melibatkan seluruh Polsek yang ada di Kota Magelang. Dengan begitu, kepolisian dapat siap menghadapi,” jelas Kristanto.

Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Esti Wardiani, menambahkan, untuk simulasi pengamanan tersebut, pihaknya menerjunkan 306 personel kepolisian. Terdiri atas  tim negosiator, pengendalian massa, tim penindakan, dan penegakkan hukum. “Kami bagi ke dalam dua barisan yaitu barisan massa peserta aksi unjuk rasa dan barisan kepolisian,” pungkas Esti. (cr3/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here