Pukul Rekan, Dr Lianawati Dituntut 4 Bulan

161

SEMARANG– Dokter Lianawati, dituntut empat bulan penjara atas kasus pemukulan terhadap Ishak Sugeng Santoso, rekan bisnisnya, menggunakan sepatu. Tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (8/11).

“Menuntut majelis hakim yang memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Lianawati selama empat bulan penjara dan menetapkan, terdakwa tetap berada dalam tahanan,” kata JPU, Yossy dihadapan majelis hakim yang dipimpin Suparno.

JPU, Yossy Budi Santoso menilai terdakwa telah melakukan penganiayaan sebagaimana pasal 351 ayat 1 KUHP. Adapun dalam pertimbangannya, Yossy menyebutkan hal memberatkan perbuatan Lianawati mengakibatkan luka terhadap rekan bisnisnya dalam bidang kesehatan. Sedangkan hal meringankannya, terdakwa belum pernah dihukum, menyesali, dan mengakui perbuatannya.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa Lianawati didampingi kuasa hukumnya, Edi Mulyono menyatakan siap mengajukan pembelaan dalam sidang pekan mendatang. “Kami akan mengajukan pembelaan Yang Mulia,” kata Edi Mulyono singkat.

Dalam dakwaan JPU menjelaskan, perkara bermula saat terdakwa bersama-sama saksi Sutikno alias Bambang Swieke, dan Ishak pergi menuju ke toko alat kesehatan milik Ishak di Jalan MT Haryono Nomor 424 Semarang.

Selanjutnya, terdakwa dan saksi Ishak masuk ke dalam toko untuk membuka faktur jual beli. Lianawati menyuruh saksi Ishak untuk mencocokkan data jual beli barang.

Kemudian, terdakwa emosi karena Ishak baru membayar sebagian barang miliknya. Hingga akhirnya, terdakwa memukulkan sepatu merek Puma yang dipegangnya ke kepala Ishak. Saat diperiksa sebagai terdakwa, Lianawati mengaku sempat mengupayakan damai atas permasalahan ini. Namun, korban Ishak meminta uang Rp 500 juta yang memberatkan baginya. Hingga akhirnya, kasus berlanjut ke proses hukum sampai pengadilan.

Sebelumnya, Ishak mengakui ada penyertaan dana sebesar Rp 302 juta. Atas pemukulan itu, ia tidak bisa kerja seminggu dan barang-barang yang ada di tempat usahanya juga dibawa saudaranya terdakwa.

“Kami belum itung-itungan, tapi perkiraan barang yang di bawa Rp 250 juta. Ada satu alat kesehatan harganya juga Rp 60 juta,” ujarnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here