Pemkab Kucurkan Hibah Rp 6,841 Miliar

148
PENGECEKAN : Perwakilan berbagai organisasi pemohon bantuan hibah saat melengkapi syarat pemberkasan proposal di Pendopo Kantor Bupati Batang, Rabu (8/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGECEKAN : Perwakilan berbagai organisasi pemohon bantuan hibah saat melengkapi syarat pemberkasan proposal di Pendopo Kantor Bupati Batang, Rabu (8/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bagian Kesejahteraan akan mengucurkan bantuan hibah sebesar Rp 6,841 miliar. Bantuan hibah diberikan kepada 162 penerima, yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Batang.

“Bantuan hibah ini diperuntukan bidang organisasi masyarakat, generasi muda, organisasi kemasyarakatan keagamaan, sarana ibadah dan sarana pendidikan keagamaan. Dengan total bantuan hibahnya mencapai Rp 6.841.000.000, yang berasal dari APBD Perubahan tahun 2017,” jelas Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Batang, Suprapto, di sela-sela pemberkasan penerima Bansos dan Hibah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (8/11) kemarin.

Sebelum pencairan, katanya, semua pemohon penerima bantuan diharuskan melakukan pemberkasan administrasi. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan legalitas pemohon dari organisasi kepemudaan ataupun lembaga masyarakat.

“Bagi calon penerima bantuan hibah yang belum bisa melengkapi berkas yang disyaratkan, Pemkab masih memberikan waktu sampai 30 November 2017 untuk melangkapinya,” ujar Suprapto.

Pencairan bantuan, rencananya dilakukan akhir November. Namun calon pemohon harus melengkapi syarat pemberkasan. Jika salah satu persyaratan tidak dilengkapi, Pemkab tidak bisa mencairan bantuan hibah tersebut. “Jika tetap dicairkan, akan menyalahi aturan dan akan bermasalah hukum nantinya,” tandasnya.

Sementara itu, imbuhnya, dalam bantuan hibah dan sosial kali ini masih belum bisa menggunakan aplikasi E-Hibah. Aplikasi tersebut baru bisa dilakukan di tahun 2018, sehingga tahun ini masih digunakan e-manual.

Sehari sebelumnya, Pemkab Batang melakukan launching dan sosialisasi aplikasi baru E Hibah bansos dihadapan Forum Pimpinan Daerah (Forkominda) serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Pemerintahan hingga tingkat desa, Selasa (7/11) lalu.

Dengan adanya aplikasi tersebut, Pemkab Batang kini sudah memiliki 98 aplikasi. Nantinya, semua aplikasi akan terintegrasi. Sedangkan saat ini, yang sudah terintegrasi yaitu e-plening, e-budgeting dan yang lain masih penataan.

“Inovasi aplikasi E-Hibah Bansos ini kami buat berawal dari keprihatinan pemerintah, adanya temuan BPKP yang menilai kurang tertib dan konsistennya masyarakat dalam pelaksanaan hibah dan bansos,” kata Sekda Batang Nasikhin.

Menurut Nasikhin, selama ini dalam pelaksanaannya antara penganggaran dan pencairan ada yang tidak dilaksanakan. Bahkan ada dana bansos yang dikembalikan ke kas daerah dan SPJ-nya terlambat. “Dengan adanya aplikasi secara online ini, hibah bantuan sosial menjadi jelas. Karena aplikasi tidak punya perasaan (bukan manusia), terlambat satu haripun tidak bisa masuk,” tegas Sekda Nasikhin.

Sekda juga mengatakan bahwa tahun 2017 Pemkab Batang menganggarkan Rp 40 miliar untuk hibah bansos. Yang diperuntukan 6.000 penerima yang setiap tahunnya selalu ada peningkatan. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here