Konsumen Sambut Baik, Agar Anak-Anak Tak Sembarangan Bisa Memakai

Ketika Liquid Vape Bakal Dikenai Cukai Tinggi

124
ROKOK ALTENATIF : Salah satu pengunjung sedang memilih vapor yang akan ia beli di Mr. Vapor Magelang, Rabu (8/11) kemarin. (PUTRI YUNITA/JAWA POS RADAR KEDU)
ROKOK ALTENATIF : Salah satu pengunjung sedang memilih vapor yang akan ia beli di Mr. Vapor Magelang, Rabu (8/11) kemarin. (PUTRI YUNITA/JAWA POS RADAR KEDU)

Kepastian pengenaan cukai tinggi pada rokok elektrik atau liquid vape sebesar 57 persen oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, disambut baik oleh konsumen di Kota Magelang. Sebab,  dengan semakin tingginya harga liquid vape, maka kalangan anak-anak pun tidak bisa mengonsumsinya.

SALAH satu pengguna liquid vape jenis vapor, Addin Cahyo Setiawan, 22, warga Dukuh Baru, Kalinegoro Mertoyudan, saat ditemui Rabu (8/11) kemarin mengatakan, kebijakan tersebut secara tidak langsung menjadikan liquid vape sebagai barang legal oleh negara. Selain itu, menurut Addin, juga sebagai alat pengaturan penggunaan vapor agar tidak digunakan anak di bawah umur.

Kendati demikian, menurut Addin, nilai cukai yang dikenakan terlalu besar. Sebenarnya, lanjut Addin, vapor merupakan siasat atau solusi bagi para perokok tembakau yang ingin berhenti merokok. “Jadi, mereka bisa menggantinya dengan vapor yang tidak mengandung tembakau, tetapi hanya uap air saja untuk perlahan-lahan meninggalkan kebiasaan mereka merokok tembakau. Maka dari itu, pemberian cukai sebesar itu, menurut saya terlalu besar,” jelas Addin.

Penggunaan vapor, menurut Addin, selama ini sangat aman dan belum ada uji laboratorium tentang bahaya kandungan vapor. “Dulu saya perokok berat. Tapi saya berusaha untuk berhenti merokok dan beralih ke vapor. Badan pun jadi lebih segar dan tidur jadi lebih  nyenyak, bernapas juga lebih ringan,” beber Addin.

Terkait isu adanya efek samping seperti bisa meledak, menurut Adin, sebenarnya lebih kepada kekurang hati-hatian dan tidak mengikuti aturan dari penggunan vapor sendiri.  “Biasanya karena mereka tidak menggunakan power bank khusus untuk vapor tapi malah menggunakan power bank biasa. Jadi selama ini vapor aman digunakan,” ujar mahasiswa pengguna vapor sejak empat tahun silam.

Pengguna lainnya, Muhaimin, 22, mengaku dirinya lebih menyukai vapor dibanding rokok biasa. Pasalnya, menurut Muhaimin, vapor terlihat lebih berkelas dan efeknya tidak begitu berbahaya dibanding rokok pada umumnya. Terkait dengan adanya rencana pengenaan cukai pada vapor, Muhaimin mengaku tidak begitu berpengaruh.  “Bagus-lah, biar vapor tidak sembarangan dipakai oleh anak-anak di bawah umur. Selain itu vapor berarti diakui oleh pemerintah dan mendatangkan pendapatan pajak,” jelas Muhaimin.

Salah satu penjual vapor di Jalan Pahlawan Kota Magelang, Temy mengaku setuju adanya pengenaan cukai kepada vapor. Temmy berharap, dengan adanya pengenaan tersebut, maka harga akan tinggi dan dirinya bisa memperoleh keuntungan lebih. Selain itu, lanjutnya, dengan adanya cukai tersebut, mampu meminimalisasi penyelundupan narkoba yang bisa saja dimasukkan ke dalam vapor.

“Di sini kami menjual liquid impor dan lokal. Nah biasanya kalau yang dikenai cukai itu kan yang impor. Sedang yang lokal tidak, tapi ya kami tergantung produsen liquidnya sih setuju atau tidak. Soalnya kami hanya menjual saja. Tapi kami setuju saja karena untuk meminimalisasi ada penyelundupan narkoba karena vapor kan sangat mungkin untuk dimasuki narkoba,” ungkap Temy.

Temy menambahkan, harga vapor berkisar 250 ribu sampai 12 juta tergantung kelasnya. Kelas tersebut, menurut Temy, dibedakan dari segi rasa dan chip. Ia menilai vapor lebih aman dibanding rokok batang karena meskipun sama-sama mengandung nikotin namun nikotin yang terkandung di dalam vapor tiga kali lebih rendah dibanding rokok batang. “Vapor hnya mengandung nikotin 3 persen, 6 persen, 12 persen tergantung kelasnya pula,” kata Temy. (cr3/mg9/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here