Klaim Pelayanan Publik  Membaik

103

MAGELANG – Indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di lingkungan Pemkot Magelang mengalami peningkatan 4,021 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini.  Pada 2014, indeks kepuasan menunjukkan angka 74,165 persen, meningkat di 2015 menjadi 74,713 persen. Sedangkan pada 2016, kembali naik menjadi 78,186 persen.

Kendati demikian, Pemkot Magelang terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Terobosan akan dilakukan untuk mencapai itu.  Salah satunya, dengan program pelayanan informasi terpadu.  “(Konsepnya) satu tempat, di mana masyarakat bisa terlayani terkait berbagai informasi badan publik. Jadi tidak perlu ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu (OPD dan instansi vertikal, Red),” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik (Diskominsta) Kota Magelang, Catur Budi Fajar, kemarin.

Catur mengatakan, selain angka kepuasan terhadap kinerja unit pelayanan publik meningkat, Kota Magelang juga mendapat penilaian baik dari Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah. Penilaian itu, kata dia,  dalam rangka pemberian Anugerah Keterbukaan Informasi Publik. “Tahun ini, kita menjalani sejumlah tahapan eveluasi serta penilaian untuk acara rutin tahunan tersebut.”

Pihaknya sudah melewati beberapa tahapan. Di antaranya, evaluasi dan penilaian website, penilaian kuisioner mandiri, lalu visitasi verifikasi. “Besok (hari ini, Red), masih ada tahapan presentasi badan publik yang akan dipaparkan oleh Bapak Wali Kota (Sigit Widyonindito) di Semarang,” ujarnya.

Menurut Catur, fokus penilaian yang dilakukan oleh KIP adalah keterbukaan informasi publik dan dokumentasi. Semakin baik peringkat yang diperoleh, artinya keterbukaan akses informasi yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk masyarakat terpenuhi. “Pada 2015 lalu, kita sudah masuk peringkat sepuluh, dan 2016 peringkat ke delapan.”

Yang membuatnya percaya diri, aplikasi DataGo menyumbang nilai lebih selama tahapan evaluasi.  Aplikasi tersebut merupakan salah satu inovasi Kota Magelang, yang diluncurkan pada 2014.  Aplikasi tersebut bekerja untuk sistem pengelolaan data sektoral terpadu berbasis e-filing. “Sistem ini memiliki jenjang otoritas verifikasi, sehingga validitas data yang terpublikasi lebih tinggi.” (put/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here