Dishub Janji Hitung Ulang Kuota Taksi

120

“Kami akan melibatkan angkutan online, konvensional dan Organda.”

AGUS BUDI Kepala Dishub Purworejo

PURWOREJO—Dinas Perhubungan (Dishub) Purworejo  akan menghitung ulang kuota angkutan umum di wilayah mereka.  Sebab, data kuota yang dimiliki Dishub, kemungkinan sudah tidak relevan digunakan saat ini.  “Secepatnya kuota akan dihitung ulang, data kami sangat mungkin sudah berubah. Kami akan melibatkan angkutan online, konvensional dan Organda,” kata Kepala Dishub Purworejo, Agus Budi Supriyanto, saat menggelar sosialisasi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, Rabu (8/11) kemarin. Perwakilan taksi online, konvensional, dan Organda hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam sosialisasi tersebut, Agus menyampaikan sembilan poin yang tertuang dalam peraturan. Di antaranya, besaran tarif sesuai argometer taksi, pedoman tarif batas atas dan bawah yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Darat, dan wilayah operasi taksi. Lainnya, terkait kuota, jumlah pemilikan kendaraan, BPKB/STNK atas nama badan hukum/koperasi, domisili, sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) dan peran aplikator.  “Mereka (Grab) mau menerima dan itu sinyal bagus. Kami menilai, gesekan sebetulnya tidak akan muncul kalau masing-masing pihak konsisten menjalankan aturan,” kata Agus.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Grab Purworejo menyatakan siap mengikuti aturan baru pemerintah terkait diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 108 Tahun 2017. Permen 108  menggantikan Permen Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Pertemuan juga menyepakati rencana menghitung ulang kuota angkutan umum di Purworejo.

Koordinator Grab Purworejo Sutanto mengatakan, pihaknya siap menyesuaikan diri dengan aturan pemerintah. Kendati  demikian, diperkirakan akan ada kendala berkaitan domisili, karena perusahaan menetapkan Purworejo satu wilayah dengan Magelang, Yogyakarta dan Solo. “Kami ada 48 mobil dan sesuai aturan perusahaan, operasionalnya di empat wilayah itu. Adapun yang aktif di Purworejo paling lima mobil.” Sutanto juga mengaku siap membantu mengintegrasikan aplikasi kepada taksi konvensional.

Ketua Harian DPC Organda Kabupaten Purworejo Wahyu Muji Mulyana mengemukakan, pengusaha taksi konvensional meminta hanya taksi berplat nomor AA – C yang boleh beroperasi selama tiga bulan masa transisi penerapan aturan. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here