Bidik Budidaya Singkong Gajah

Desa Ngajaran

110
KEPALA DESA: Yos Prayitno. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEPALA DESA: Yos Prayitno. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Sektor perikanan dan perkebunan menjadi bidikan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngajaran Kecamatan Tuntang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kades Ngajaran Yos Prayitno mengungkapkan hal itu sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh Desa setempat.

Saat ini banyak masyarakat setempat yang memanfaatkan lahan kosong milik mereka dengan tanaman jati. Adapun jenis singkong yang coba di budidaya yaitu singkong gajah. Menurutnya, masa panen tanaman jati yang lama menjadi salahsatu hal mengapa para masyarakat yang notabene sebagian besar merupakan petani sulit untuk berkembang.

“Panennnya 25 hingga 30 tahun sekali, itu kelamaan. Berbeda dengan ketela yang bisa dipanen setiap satu sampai 2 bulan. Disini air melimpah sehingga cocok untuk sistem perikanan,” ujar Yos.

Sehingga lahan bengkok desa akan menjadi sasaran untuk masa percobaan penanaman ketela gajah dan sistem perikanan. Lahan seluas 3000 m2 tersebut pada akhir bulan ini akan disulap menjadi kebun ketela gajah.“Bibit sudah kita beli, dan lahan bengkok itu siap untuk dijadikan percontohan,” ujarnya.

Selain budidaya ketela, sistem tumpang sari dengan penanaman jagung manis juga tengah direncanakan Pemdes setempat.“Satu batang singkong gajah bisa menghasilkan 30 kilo. Warga sini belum pernah menanam singkong itu. Nanti ada sistem tumpang sari dengan menanam jagung,” ujarnya.

Pengadaan bibit singkong gajah saat ini sudah dilakukan Pemdes Ngajaran. Dijelaskan Yos, harga untuk bibit ketela gajah sepanjang 20 cm yaitu Rp 500. Sementara itu, untuk sektor perikanan saat ini sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa warga. Diantaranya yaitu budidaya ikan lele.

Meski begitu, belum semua warga memanfaatkan lahan mereka untuk budidaya ikan. Adapun jenis ikan bidikan Pemdes setempat yang akan dikembangkan yaitu kalper. Nantinya budidaya ikan air tawar tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Air disini melimpah, sistem irigasi juga ada. Namun memang terbentur dengan anggaran. Anggaran desa masih terfokus ke pembangunan infrastruktur. Kita maunya ada sharing dari lembaga lain seperti dinas. Untuk membantu perjalanan perikanan,” katanya.

Desa ngajaran sendiri terdiri dari enam dusun, diantaranya yaitu Dusun Ngajaran, Dusun Nalirojo, Dusun Salakan, Dusun Petet, Dusun Timokerep, Dusun Gentungan. Dengan jumlah total warga kurang lebih 3 ribu jiwa.

Melalui dua sektor tersebut yaitu perkebunan singkong dan perikanan nantinya diharapkan dapat memberikan dampak yang meluas. Diantaranya yaitu munculnya UMKM maupun home industri warga.

Seperti halnya pengolahan singkong gajah menjadi makanan siap saji dan pengolahan ikan air tawar menjadi makanan siap saji pula. “Jati yang kurang berkualitas diganti singkong saja. penjualan singkong sudah ada pengepul. Untuk singkong belum penanaman, baru pengolahan lahan. Pada 2017 ini singkong langsung kita tanam, dan perikanan di 2018 mendatang,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here