Angin Kencang Hancurkan Alun-Alun

Satu Tewas, Sebagian Korban Luka Pemain Voli

106
TUMBANG: Pohon beringin di Alun-Alun Banjarnegara yang tumbang dan menimpa sejumlah orang di bawahnya yang sedang berteduh. (DOK BPBD Banjarnegara)
TUMBANG: Pohon beringin di Alun-Alun Banjarnegara yang tumbang dan menimpa sejumlah orang di bawahnya yang sedang berteduh. (DOK BPBD Banjarnegara)

BANJARNEGARA—Edi Tri,  25, warga Banjarnegara tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Siang itu, Edi baru saja lolos dari maut. Ia tidak ikut tertimpa pohon beringin yang tumbang di Alun-alun Banjarnegara, Rabu (8/11) siang pukul 13.00, saat angin kencang dan hujan deras memporak-porandakan kawasan itu.

Seperti diketahui, pohon beringin yang  berusia puluhan tahun, Rabu (8/11) siang, tumbang dan menimpa sejumlah orang di bawahnya. Satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas atas nama Riska Wardana, 16, warga Tribuana, Punggelan.

Edi menuturkan, saat kejadian, ada sekitar 15 orang yang berteduh di bawah pohon tersebut. Sebagian besar para pemain voli. Itu karena di Alun-Alun Banjarnegara,  tengah digelar pertandingan bola voli dalam rangka memeriahkan HUT PGRI.

Sekitar pukul 12.30, kata Edi, hujan deras mengguyur, disertai angin kencang.  Setengah jam kemudian, tiba-tiba pohon raksasa itu tumbang, menimpa orang-orang yang berteduh di bawahnya. ”Kejadiannya sangat singkat,” kata Edi. Sebelumnya, tidak ada tanda-tanda pohon itu akan tumbang.

Saat itu, Edi tengah menunggu giliran tanding voli. Karena gerimis, ia dan beberapa temannya berteduh di bawah pohon tersebut.  “Karena pohonnya besar, jadi saya berteduh di bawahnya selama menunggu giliran tanding,” ucap Edi saat ditemui di RSUD Hj Anna Lasmanah, Banjarnegara, Rabu (8/11) kemarin.

Warga Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara itu  mengalami luka ringan di bagian kepala. Sedangkan korban lainnya,  Badari, 80,  warga Desa Gemuruh Kecamatan Bawang; serta Eko Setyo, 30, warga Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan, dirujuk ke Siaga Mediak Banyumas.   Satu lainnya,  Tomi, 16, warga Desa Tribuana Kecamatan Punggelan dirawat inap di RSUD Hj Anna Lasmanah.

Andrianto, teman korban yang saat itu juga berada di area Alun-Alun bercerita, angin kencang terjadi sekitar 2-3 menit. Saat itu, ia berteduh di masjid, di sekitar Alun-Alun. Sebagian lainnya, berteduh di bawah pohon beringin. “Anginnya kencang sekali, seperti angin puting beliung.” Ia melihat beberapa temannya yang berteduh di bawah pohon beringin, tidak sempat berlari ketika pohon itu tiba-tiba ambruk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman, menyampaikan, satu korban meninggal dunia dan lainnya mengalami luka berat dan ringan.  Dikatakan,  pihaknya mengevakuasi tiga korban yang mengalami luka parah di bagian kaki.

“Semua personel terlibat mengevakuasi, BPBD, TNI/Polri PMI, MMDC Lazismu, SAR PGRI, Sarkab Pramuka, DPU dan Satpol PP. Ada dua alat berat yakni backhoe dan 1 traktor untuk memudahkan evakuasi,” katanya.

Tumbangnya pohon beringin di Alun-Alun Banjarnegara memantik perhatian warga setempat. Warga berbondong-bondong menonton proses evakuasi. Alat berat didatangkan untuk menyingkirkan pohon tumbang. Selain beringin, pohon di sekitar Alun-Alun juga bertumbangan.

“Kejadiannya cepat sekali, saat angin kencang tiba-tiba terdengar suara dentuman keras,. Ternyata itu berasal dari pohon beringin,” kata Warto, 45, pedagang dawet hitam yang sehari-hari mangkal di lokasi kejadian.

Sementara itu, dari rilis resmi yang dikeluarkan oleh otoritas penanggulangan bencana setempat, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan beberapa pohon tumbang dan baliho ambruk di sejumlah titik.

Pohon beringin di perempatan SMP N 1 Banjarnegara, misalnya, mengalami patah dahan menimpa penjual empek-empek. Satu korban mengalami luka-luka.  Pohon pelindung di depan PKK juga tumbang, menimpa mobil.  Tidak ada korban.

Pohon pelindung di jalan depan BRI Krandegan juga tumbang. Pemandangan yang sama terjadi di depan Kodim. Pohon pelindung di sana bertumbangan. Pohon tumbang juga terlihat di perempatan SPBU, sehingga mengalami kemacetan.

Pohon beringin dan baliho juga terpantau ambruk di perempatan Tugu, menimpa bangunan SD Negeri 4 Krandegan. Juga bbaliho di depan Shinta Motor, baliho di depan Surya Motor, dan baliho Pasar Gayam.

Bencana angin kencang juga membuat sejumlah kerusakan. Atap rumah warga perumahan Gayam dan warga Desa Ampelsari, beterbangan. Satu rumah di Kelurahan Semarang, dikabarkan roboh.

Arief menyampaikan, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono langsung meluncur ke lokasi kejadian dan memimpin evakuasi. Juga sejumlah pejabat lainnya. Seperti  Kapolres, Dandim, Kepala Kejaksaan, dan Ketua DPRD. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here