40 Kolektor Pamerkan Ratusan Keris Kuno

132
KERIS KUNO: Sebanyak 40 kolektor dari berbagai daerah memamerkan keris kuno di Museum Ronggowarsito Kota Semarang, Rabu (8/11). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KERIS KUNO: Sebanyak 40 kolektor dari berbagai daerah memamerkan keris kuno di Museum Ronggowarsito Kota Semarang, Rabu (8/11). (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 40 kolektor dari berbagai daerah memamerkan keris kuno di Museum Ronggowarsito Kota Semarang, Rabu (8/11). Mereka datang dari berbagai daerah mulai Jawa, Bugis, Bali, Dayak, hingga Madura. Beberapa di antaranya diklaim merupakan keris dari era Kerajaan Mataram.

Selain dipamerkan, para kolektor juga menjual keris tersebut dengan harga beragam. Tidak ada patokan standar harga untuk keris-keris tersebut. Mulai ratusan ribu, puluhan juta bahkan hingga miliaran rupiah.

“Rata-rata merupakan keris kuno, harganya tidak ada patokan. Tergantung pembeli memberi nilai. Kalau keris yang saya bawa ini paling mahal Rp 75 juta, keris dari zaman Kerajaan Mataram,” kata salah satu peserta dari Surabaya, Dey Caesar Edy, Rabu (8/11).

Ia mengaku kerap mengikuti berbagai macam pameran pusakan kuno. Dalam setiap kali pameran, kata dia, setidaknya kurang lebih lima hingga sepuluh keris dibeli oleh pecinta keris. Sebagai kolektor, ia mengaku tidak mudah mendapatkan keris yang langka. Sebab, keris langka memiliki jejak dan ciri-ciri yang khas.

“Diperkirakan berusia ratusan tahun silam. Semuanya dalam kondisi baik karena membutuhkan perawatan teratur. Merawat keris cukup dengan dibersihkan secara rutin agar jangan sampai berkarat, dicuci dan dijamas. Makanya pemilik keris biasanya memandikan keris di setiap bulan Suro,” katanya.

Keris-keris koleksinya tak jarang dibeli oleh orang-orang yang menyukai pusaka. Bahkan di era teknologi, Edy juga memamerkan keris-keris antik tersebut melalui internet. Maka tak jarang, benda-benda kuno tersebut dibeli oleh pecinta barang antik dari berbagai negera.

“Ada juga pembeli yang berasal dari luar negeri. Di antaranya Malaysia, Singapura, Kanada dan lain-lain. Kalau di Indonesia, pembeli keris kebanyakan pejabat,” katanya.

Begitupun kolektor keris lain, totalnya ada kurang lebih 40 orang yang berasal dari berbagai wilayah memiliki koleksi berbagai macam keris kuno. Mereka mengikuti acara pemeran keris tersebut mulai Selasa (7/11) hingga Kamis (9/11). Para pengunjung yang juga datang dari berbagai daerah tampak antusias.

“Saya hanya pengin lihat-lihat saja. Keris memang memiliki keunikan seni tersendiri, menarik untuk dipelajari. Baik dari sisi sejarah, budaya maupun nilai filosofi yang mengagumkan. Keris biasanya juga memiliki nama, dan bagi orang yang paham juga akan mengetahui bahwa keris tersebut perkiraan berasal dari era kapan,” kata salah satu pengunjung, Siswo Aminoto. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here