2 Pelaku Masih Buron

99
GELAR PERKARA: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, didampingi Kasat Reskrim AKP Rinto Sutopo, Kabag Ops Kompol Indi D, dan Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menggelar perkara kasus pencurian sebuah unit mobil L-300, Rabu (8/11) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
GELAR PERKARA: Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, didampingi Kasat Reskrim AKP Rinto Sutopo, Kabag Ops Kompol Indi D, dan Kasubag Humas AKP Esti Wardiani menggelar perkara kasus pencurian sebuah unit mobil L-300, Rabu (8/11) kemarin. (AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Polres Magelang Kota berhasil menangkap pelaku pencurian mobil Mitsubishi L-300. Dari tiga pelaku, satu pelaku yang diciduk bernama Bahron Nada, 26, warga Demak. Dua lainnya masih jadi buronan. Nada dan dua tersangka lainnya, merupakan pencuri pikap L300 nopol AA 1639 PT yang terparkir di samping Klinik Rumah Bersalin Puri Agung, Jalan  Pahlawan Kota Magelang pada 9 Oktober silam. Nada  dibekuk di Semarang oleh Tim Resmob beserta mobil pikap curiannya. Sebelumnya,   Nada  pernah meringkuk di tahanan Grobogan, terkait kasus penadahan kendaraan bermotor di  Demak.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan,  mengatakan, pelaku menggunakan kunci T dan Y untuk merusak kunci pintu dan kontak kendaraan. “Setelah kunci dirusak, pelaku menstater dan membawa lari  mobil milik korban Khoerul Azis,” kata Kristanto saat gelar perkara, Rabu (8/11) kemarin. Pemilik mobil merupakan  warga Ngablak, Kabupaten Magelang. Pencurian  dilakukan sekitar pukul 06.00.

Tiga pelaku, menurut Kristanto, punya  peran masing-masing dalam aksi kriminal yang terekam kamera CCTV ini. Nada merencanakan pencurian bersama tersangka lain. Namun, saat beraksi, Nada bertindak sebagai pengawas bersama tersangka T. “Eksekutor yang merusak kunci, menstater mobil, serta membawa kabur adalah tersangka H. Saudara H ini yang kemudian membawa mobil hasil curian ke Solo dan mengganti plat nomornya dengan nomor AD 1733 XX.” Saat beraksi, tersangka menggunakan Xenia warna biru muda.

“Beruntung, rumah bersalin tersebut memiliki kamera CCTV dan kami memeriksanya. Hasilnya terlihat bahwa ada tiga pelaku sedang melancarkan aksinya pada pagi hari. Dari situ, kami melakukan pencarian serta berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang dan Solo. Kami berhasil menangkap satu tersangka Bahron Nada di daerah Semarang, yaitu saat berada di pelataran parkir RSI Sultan Agung.”

Korban mengalami kerugian hingga Rp 160 juta. Tersangka bakal dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Ancamannya, penjara maksimal 7 tahun. “Mengingat Saudara Bahron Nada adalah residivis, maka hukuman akan lebih berat. Untuk kedua tersangka lainnya, T dan H saat ini masih buron. Kami sudah mengantongi identitasnya.”

Kepada wartawan, Nada mengaku terpaksa ikut mencuri karena terhimpit ekonomi. “Saya sedang butuh uang. Kebetulan kenal H dan T, lantas diajak ke Magelang. Awalnya, tidak tahu mau mencuri apa, terus pas ada momen mobil terparkir di pinggir jalan, langsung kami curi. Baru kali ini mencuri.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here