Warga 5 Desa Minta Jembatan Penghubung

154
ANTRE : Warga di Desa Korowelang Kulon dan sekitarnya harus menyeberangi Sungai Kalibodri dengan naik perahu untuk bisa sampai ke Kendal Kota. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Warga di Desa Korowelang Kulon dan sekitarnya harus menyeberangi Sungai Kalibodri dengan naik perahu untuk bisa sampai ke Kendal Kota. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Warga di lima desa di Kecamatan Cepiring dan Patebon meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal, untuk membangunkan jembatan penghubung antara Kecamatan Cepiring dengan Patebon. Pasalnya, kedua daerah tersebut dipisahkan oleh aliran Sungai Kalibodri. Lima desa tersebut adalah Desa Korowelang Kulon, Korowelang Anyar, Pidodo Kulon, Pidodo Wetan dan Margorejo.

Warga di lima desa tersebut sangat membutuhkan jembatan, untuk memudahkan warga menuju Kota Kendal. Selama ini, warga di lima desa untuk sampai ke Kendal harus menggunakan perahu untuk menyebrangi Sungai Kalibodri. Adapun jalan alternatif, warga harus memutar melewati belasan desa menuju Cepiring yang jaraknya lebih dari 10 kilometer. Kondisi tersebut menurut warga sudah terjadi selama puluhan tahun. “Sudah biasa seperti ini, jadi setiap mau berangkat kerja maupun pulang kerja harus menyeberangi sungai dengan perahu ini,” kata Solikun, 42, warga Korowelang Anyar, Selasa (7/11) kemarin.

Dengan kondisi tersebut, setiap pagi maupun sore warga harus antre untuk bisa menyeberang. Lantaran hanya tersedia satu perahu, warga harus rela menunggu kembalinya perahu datang dari seberang sungai.

“Sebenarnya ada jembatan apung yang dikelola warga, namun kondisi musim penghujan tidak berani memasangnya. Sebab kondisi Sungai Kalibodri saat musim hujan selalu pasang, sangat berisiko jika dipasang, bahkan bisa hanyut,” tuturnya.

Namun baik menggunakan perahu ataupun jembatan apung, warga harus merogoh kocek, untuk bisa menyeberangi sungai. Yakni Rp 2 ribu untuk sekali menyeberang. “Kalau bolak-balik untuk menyeberang, ya harus membayar Rp 4 ribu per hari,” tandasnya.

Hal senada dikeluhkan Maskono, 35, warga Korowelang Kulon. Ia menambahkan keberadaan jembatan penghubung Cepiring-Patebon di Desa Korowelang Kulon memang sangat dibutuhkan warga. Yakni untuk memudahkan akses warga menuju pusat Pemerintahan Kendal maupun menuju ke Kota Semarang.

“Kami sudah usulkan ke kepala desa, katanya mau diusulkan ke Pemkab Kendal. Tapi sampai sekarang belum ada progesnya. Sehingga warga hanya bisa menunggu,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Korowelang Kulon, Triyono mengaku sudah mengusulkan pembangunan jembatan penghubung ke pemerintah daerah. Namun untuk membangun jembatan merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Pemkab Kendal hanya bisa mengusulkan ke pusat. Sampai sekarang masih belum ada kejelasan, kapan jembatan penghubung akan dibangun. Warga hanya bisa bersabar menunggu,” timpalnya.

Padahal keberadaan jembatan ini sangat dinantikan warga. Makanya, ia berharap agar jembatan bisa segera dibangun. Sehingga, warga tidak perlu lagi memutar untuk sampai ke pusat pemerintahan daerah. “Sebab kalau desa disuruh membangun sendiri, jelas tidak mampu. Karena anggaran yang dibutuhkan sangat besar,” tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here