Target 2019 Tidak Impor Bawang Putih

182
MENANAM: Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta ikut tanam bawang putih serentak di Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)
MENANAM: Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Yogyakarta ikut tanam bawang putih serentak di Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang, kemarin. (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG- Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan bisa swasembada bawang putih pada 2019. Untuk mencapai target ini, Selasa (7/11) digelar penanaman serentak 1.720 hektare lahan di 3 lokasi, Kabupaten Temanggung, Magelang dan Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Bawang putih sebelumnya diproyeksikan untuk swasembada tahun 2033, namun dipercepat ke 2019. Artinya ada percepatan 14 tahun,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementar RI Prihasto Setyanto yang membacakan sambutan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat penanaman bibit bawang putih di di Dusun Tanggulangin Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang kemarin.

Prihasto merinci, di Temanggung, bawang putih ditanam pada lahan seluas 1.120 hektare yang tersebar di 11 kecamatan. Kemudian di Kabupaten Magelang seluas 100 hektare di 3 kecamatan dan Lombok Timur ada lahan seluas 500 hektare di 6 kecamatan.

“Kita perkirakan produktivitas saat panen mencapai 10 ton per hektare atau 6 ton per hektare bawang putih kering. Dengan hasil tersebut, diharapkan mampu mempercepat pencapaian target swasembada bawang putih di tahun 2019 dan tidak impor lagi,” ucapnya dalam acara yang juga dihadiri Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi ini.

Berdasarkan pengakuan para petani, kata Prihasto, dataran lereng gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu ini sangat cocok ditanami bawang putih jenis lengkong kuning. Bawang jenis ini cepat panen serta tahan terhadap penyakit dan hama. “Meski di cuaca ektrem sekalipun, petani masih bisa panen,” klaimnya.

Prihasto menambahkan, Indonesia pernah mengalami kejayaan sebagai produsen bawang putih di era tahun 90-an. Saat itu luas lahan mencapai 21.896 hektare dengan produksi sebanyak 152.421 ton. “Untuk bisa mencapai swasembada bawang putih kita membutuhkan sekitar 73 ribu hektare, dengan rincian 60 ribu hektare untuk konsumsi dan sisanya untuk produksi benih,” ungkapnya.

Sementara untuk bawang merah, saat ini Indonesia sudah swasembada. Bahkan selama Agustus-Oktober, sudah mengekspor bawang merah melalui Brebes, Surabaya, Malaka, dan Enrekang. Kementan menargetkan, dari Agustus hingga Desember 2017 bisa ekspor bawang merah sebanyak 6.700 ton ke Thailand, Singapura, Filipina, dan Timor Leste.

Mujimin, petani bawang putih warga Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang mengaku senang atas komitmen Kementan RI yang menggalakkan tanam bawang putih. “Saya berharap, Kementan bisa memastikan membeli hasil panen para petani nantinya, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” harapnya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here