Sekolah Aktif Mendorong Siswa Tekuni Bulutangkis

Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar Sd / Mi Se-Kota Magelang 2017

122
MASIH AKAN EKSIS : Regu putra SD IT Ihsanul Fikri, Farrel Akbar Ghifari (kiri) dan M Hafidz Zaka Satria (kanan) bersama guru olah raga Mohamad Taufiq. Kedua pemain yang masih kelas 5 ini, berkesempatan kembali meraih juara tahun depan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH AKAN EKSIS : Regu putra SD IT Ihsanul Fikri, Farrel Akbar Ghifari (kiri) dan M Hafidz Zaka Satria (kanan) bersama guru olah raga Mohamad Taufiq. Kedua pemain yang masih kelas 5 ini, berkesempatan kembali meraih juara tahun depan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MAGELANG-Muncul dua jawara baru Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI se-Kota Magelang 2017. Yaitu SD IT Ikhsanul Fikri sebagai juara pertama putra, dan SD N Tidar 1 sebagai juara pertama putri. Ini membuktikan adanya peran aktif kedua sekolah tersebut di bidang olahraga bulu tangkis. Apalagi tahun lalu, dua jawara tersebut hanya sampai babak semi final dan meraih juara tiga bersama.

Guru Olahraga SD IT Ihsanul Fikri, Mohammmad Taufik, 37, mengaku sangat bangga dengan pencapaian anak didiknya. Target juara pertama ini, memang diusung dari SD IT Ikhsanul Fikri. Apalagi, lanjut Taufik, 

sekolahnya mengirimkan 8 tim yang terdiri atas 20 peserta. “Namun yang lolos hingga final hanya 1 tim, sedangkan tim yang lain hanya lolos pada babak pertama dan perempat final,” bebernya.

Tahun ini, lanjut Taufik, SD IT Ikhsanul Fikri, mengirim pemain yang sama seperti pada kejuaraan bulu tangkis beregu seperti tahun lalu, yakni Farrel Akbar Ghifari dan M Hafidz Zaka Satria. Keduanya kini duduk di kelas 5. Kemampuan mereka terus meningkat dibanding tahun lalu. “Ghifari sudah menjuarai beberapa perlombaan bulu tangkis. Di Temanggung juara 3, di Semarang juara 3 juga, dan bulan Desember yang akan datang akan mengikuti liga master,” bebernya.

Keahlian Ghifari dan Zaka, papar Taufik, juga dikembangkan melalui kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sekolahnya. Kegiatan ekstrakulikuler bulu tangkis ini, dilaksanakan sekali dalam sepekan. “Waktu latihan kurang lebihnya 3 jam. Mereka juga dilatih langsung oleh guru olahraga dan pelatih dari luar. Selain itu, kami juga membimbing secara mental dan emosial sesuai anak seusianya,” bebernya.

Taufik menceritakan, pemain yang mengikuti kejuaraan, dipilih dari siswa kelas 4 dan 5, namun ada juga dari kelas 2 dan 3. Sebelumnya, seluruh siswa diinformasikan adanya kejuaraan, kemudian diseleksi pembina sekolah. “Jadi guru dalam memilih dan mengirim peserta untuk maju mengikuti lomba tidak sembarangan. Kurang lebih 100 siswa yang mendaftar, hanya dipilih 20 siswa yang maju ke perlombaan. Siswa yang memiliki kemampuan dan bakat yang memadai itu dipilih, kemudian dilatih secara rutin sampai menjelang hari perlombaan,” paparnya.

Kepala SD IT Ikhsanul Fikri, Abdul Rozak, mengaku sangat bangga dengan pencapaian anak didiknya. Berdirinya klub bulu tangkis di sekolahnya, ikut memacu munculnya atlet-atlet baru. “Tahun ini SD IT Ikhsanul Fikri sudah mempunyai klub yang resmi. Diberi nama Klub Ikhsanul Fikri, dengan 100 pemain lebih. Bisa dari siswa sendiri, maupun dari luar SD IT,” ujar Abdul.

Sementara itu, guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SDN Tidar 1, mengungkapkan bahwa pihak sekolah turut berbangga dan gembira atas pencapaian regu putrinya, dengan pemain Natasya Putri Olivia dan Icha Novita. Meskipun diakui juga, keberhasilan ini atas bantuan pelatihan di klub bulu tangkis tempat anak didiknya bernaung. Yakni klub PB Jaya Agung Perkasa Magelang. “Atlet SD Tidar 1 sebelumnya sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan bulu tangkis antar sekolah dasar, Alhamdulillah sekarang bisa mendapatkan juara pertama,” ujarnya.

Menurut Sri, tahun ini sekolahnya menyertakan empat siswa. Terdiri atas dua pemain putra dan dua pemain putri. Regu putra hanya mampu berhasil masuk ke dalam 8 besar, tetapi Icha dan Olivia mampu mencapai prestasi terbaik sebagai jawara.

“Sekolah sendiri, tidak mengadakan pembinaan khusus untuk para atlet, sekolah juga tidak mendatangkan pelatih khusus. Ini semangat siswa sendiri, saya hanya memoles dan memotivasi mereka. Namun pembinaan juga tetap kami lakukan, terlebih menjelang perlombaan seperti ini,” ujar Sri.

Sementara Pelatih Jaya Agung Perkasa, Irene Inta, mengaku sangat bangga dengan pencapaian kedua atlet binaannya. Natasya dan Icha merupakan atlet putri yang berbakat. “Kami berpesan agar mereka berdua bisa mempertahankan juara tersebut dan terus berlatih,” pesan Intan. (cr3/fiq/bis/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here