25.7 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Penghasil Bunga Sedap Malam Terbesar

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

BAWEN –  Desa Doplang merupakan penghasil bunga sedap malam terbesar di Kabupaten Semarang. Bunga sedap malam, bahkan menjadi salah satu komoditas yang diunggulkan oleh Desa yang mayoritas penduduknya adalah petani ini.

Mustakim, ketua kelompok Tani Jaya Makmur desa Doplang mengatakan, di Desa ini  hampir 15 hektar tanahnya digunakan untuk menanam bunga sedap malam. Tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, bunga sedap malam dari Desa ini juga dikirim ke luar daerah seperti Jakarta, Bandung, bahkan hingga ke Singapura.

”Biasanya yang ke Singapura itu digunakan untuk membuat parfum. Sebenarnya, di kabupaten Semarang ada dua kecamatan penghasil bunga sedap malam terbesar, yaitu Kecamatan Ambarawa dan sini,” ujar Mustakim kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mustakim menjelaskan, masa tanam bunga ini mulai dari umur 0 sampai 7 bulan. Setelah itu, umur 8 bulan hingga 1,5 tahun adalah masa panen yang biasanya petani bisa memanen bunga ini dua kali dalam seminggu.”Mengenai harganya biasanya per batang seribu sampai 2 ribu. Tapi kalau pada hari besar tertentu bisa mencapai 5 ribu per batangnya,” jelas Mustakim.

Untuk menggenjot hasil pertanian ini, upaya demi upaya tak henti dilakukan oleh Pemerintah desa. Salah satunya adalah melalui pembangunan infrastruktur demi memperlancar kegiatan pertanian di desa Doplang. Di tahun 2017 ini, dengan dana aspirasi, pemerintah Desa telah membangun 3 Jalut (Jalan Usaha Tani) dan 1 Jitut  (Jalur Irigasi Tingkat Usaha Tani) untuk mendukung kegiatan pertanian di Desa Doplang.

Sekdes : Sukirno. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekdes : Sukirno. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Satu Jitut untuk kelompok tani Lestari di Dusun Gentan. Sementara 3 Jalut itu untuk kelompok tani Ngudi Makmur di Dusun Krajan, Kelompok tani Tunas Mandiri di Dusun Krajan juga, dan kelompok tani Jaya Makmur di Dusun Klotok. Semua itu untuk memperlancar kegiatan pertanian sehingga dapat mendongrak hasilnya,” jelas Sukirno, sekretaris Desa Doplang mewakili kades Supriyanto.

Selain pembangunan infrastruktur, demi meningkatkan hasil pertanian, pemerintah desa juga menyewakan tanah bengkok kepada petani untuk menanam bunga sedap malam ini. Tentunya, lahan bengkok disewakan dengan harga yang tidak terlalu tinggi.”Pemerintah Desa akan terus mendukung pertanian di sini, karena mayoritas penduduk di sini memang pekerjaannya adalah sebagai petani,” ujarnya. (cr4/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -