Pekerja PLTU Tewas Tergilas Crane

173
OLAH TKP : Kapolsek Tulis AKP I Wayan Sono saat olah TKP di lokasi kejadian, akibat tewasnya pekerja PLTU yang tertindih crane. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)
OLAH TKP : Kapolsek Tulis AKP I Wayan Sono saat olah TKP di lokasi kejadian, akibat tewasnya pekerja PLTU yang tertindih crane. (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Ali Sakirin, pekerja PT Comatik Perkasa Abadi, salah satu sub kontrak dari PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) tewas saat bekerja di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x 1.000 MW di Batang. Korban asal Kendal tersebut, ditemukan meregang nyawa setelah tubuhnya tergilas oleh alat berat/crane, Senin (6/11) lalu.

Perwakilan PT BPI, Ayu Widyanigrum, menyatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan investigasi. “Kami turut berduka cita atas meninggalnya Ali Sakirin, salah seorang pekerja dari sub-kontraktor PLTU Jawa Tengah dalam kecelakaan kerja, kemarin. Harapan kami, agar keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kekuatan menghadapi situasi sulit ini,” ucapnya, Selasa (7/11) kemarin.

Lebih lanjut, kata Ayu, pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “BPI berkomitmen menerapkan prinsip keselamatan kerja dalam setiap pelaksanaan pekerjaan di area konstruksi,” lanjutnya.

Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga melalui Kapolsek Tulis AKP I Wayan Sono mengatakan bahwa korban merupakan salah satu pekerja di PT Comatik Perkasa Abadi yang menjabat sebagai operator alat berat/crane.

Dijelaskan Kapolsek, sebelum kejadian, para pekerja melakukan kegiatan pekerjaan pembangunan konstruksi seperti biasa. Crane aktif bekerja mengangkat alat alat berat/besi untuk pembuatan tiang tower.

“Ali Sakirin ini, dari keterangan saksi saat itu berada di atas crane, lebih tepatnya berada pada posisi samping crane (sebelah kiri pengemudi, red). Korban terpeleset dan jatuh ke bawah,” ujar Kapolsek.

Tragisnya, jatuhnya korban tidak diketahui oleh pengemudi crane beserta temannya (kenek, red) yang berada disamping pengemudi. Akhirnya, tubuh korban terpaksa tergilas oleh alat berat/crane itu.

“Saat itu, diatas crane terdapat tiga orang, yakni pengemudi crane, pendamping pengemudi crane dan korban Ali Sakirin yang diketahui sebagai seorang operator crane. Saat itu, mereka bertugas memasangkan besi konstruksi pembuatan tower listrik,” katanya.

Menurut Kapolsek, dari keterangan para saksi yang ada di lapangan, saat korban terjatuh dari atas crane tersebut, para pekerja sempat meneriaki sang pengemudi untuk menghentikan laju crane. Namun, saat itu pengemudi tidak mendengarkan adanya peringatan dari sejumlah rekan kerjanya, karena suasana bising.

Pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang melihat kejadian naas tersebut. Kejadian naas tersebut tidak lepas dari kelalaian dalam menjalankan pekerjaan. Seharusnya, korban saat itu tidak diperbolehkan berada di pinggir atas crane, karena membahayakan. Pihaknya juga masih mempertanyakan tergilasnya tubuh korban, mengingat laju crane sangat lamban, tidak secepat kendaraan lain. “Saat kami datang, korban sudah dievakuasi yang berwenang. Baru kemudian mereka menghubungi kami,” jelasnya.

Untuk selanjutnya, kasus ini ditangani oleh anggota Sat Reskrim Polres Batang. Pengemudi beserta saksi sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Korban juga sudah dipulangkan ke rumah duka di Kendal. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here