Kemah Pelajar, Pertahankan Budaya Lokal

251
KEMAH BUDAYA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan kegiatan kemah budaya pelajar, di Desa Kebonsari, Karangdadap, Pekalongan, Selasa (7/11) kemarin. (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEMAH BUDAYA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat meresmikan kegiatan kemah budaya pelajar, di Desa Kebonsari, Karangdadap, Pekalongan, Selasa (7/11) kemarin. (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pekalongan menyelenggarakan, Kemah Budaya Pelajar SMA dan SMK se Kabupaten Pekalongan, di Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut diresmikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Selasa (7/11) kemarin.

Bupati Asip menyatakan bahwa Kemah Budaya Pelajar adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh siswa pilihan dari semua SMA/SMK se Kabupaten Pekalongan, baik sekolah negeri maupun swasta. Pasalnya, kegiatan tersebut sangat bagus, untuk melestarikan budaya serta membangun karakter generasi muda yang lebih baik. Hal ini untuk mengantisipasi mulai memudarnya karakter bangsa akibat pengaruh teknologi dan budaya luar.

“Adik-adik SMA/SMK perlu tahu, bahwa sekarang budaya kita banyak yang diambil oleh negara lain. Contohnya batik, hampir diakui oleh Malaysia. Karena itulah, kegiatan ini sangat tepat untuk menggelorakan kembali semangat untuk mencintai budaya sendiri,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa perlu adanya sikap, untuk menanamkan kembali budaya apapun, yang dimiliki dan harus dijaga bersama-sama, agar tidak diambil oleh orang atau negara lain. “Dan ikhtiar untuk mempertahankan budaya sendiri, bisa diciptakan melalui kegiatan kemah budaya pelajar ini,” kata Bupati Asip.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, menjelaskan bahwa kegiatan Kemah Budaya Pelajar menerapkan metode pembelajaran multikultural yang berwawasan seni budaya, berorientasi pada proses, dan dikemas dalam suasana menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, membentuk kecintaan pada generasi muda terhadap budayanya sendiri dan dari kecintaan budaya itu sendiri menjadi suatu cerminan perilaku atau tindakan dalam kehidupan sehari-harinya,” jelas Sumarwati.(thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here