Jamin Data Registrasi Ponsel Tak Bocor

141

SEMARANG – Data registrasi nomor ponsel berupa Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dipastikan tidak akan bisa diakses banyak pihak. Hal itu untuk mencegah penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng, Dadang Somantri menyatakan akan menjamin identitas penting tersebut. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat tak terhasut oleh pihak-pihak yang sengaja mempengaruhi masyarakat dan menggagalkan registrasi kartu prabayar dengan berbagai kepentingan.

“Registrasi tersebut justru melindungi masyarakat, khususnya mempersempit kriminalitas melalui media siber maupun meminimalisasi persebaran berita atau informasi hoax,” terangnya, Selasa (7/11).

Meski begitu, Dadang juga meminta agar masyarakat berhati-hati terhadap identitas yang dimiliki. Jangan sembarangan mengunggah data, khususnya nomor KK dan NIK di media apapun. Dikhawatirkan data yang diunggah secara terbuka tersebut akan dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“KTP atau KK jangan sembarangan di-scan, difoto, terus di-upload di media apa pun. Saking senangnya, data malah di-upload di WA. Data itu khawatirnya bisa dipakai orang,” tegas mantan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jateng ini.

Ditambahkan, jika masyarakat mendapati ada pihak yang menggunakan datanya, dapat melaporkan kepada pihak berwenang. Pasalnya, pelaku penyalahgunaan data tersebut dapat dikenakan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Dijelaskan, registrasi menggunakan KK dan NIK ini beda dari registrasi untuk mengaktifkan nomor prabayar ketika kali pertama menggunakan nomor. Karena itu, ketika registrasi pengaktifan kartu prabayar, data apapun yang dimasukkan, tetap bisa teraktivasi. Sementara registrasi yang saat ini, pengguna ponsel tidak lagi bisa memasukkan data asal-asalan.

Dia juga menjelaskan mengenai upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang terus melakukan evaluasi terhadap mekanisme registrasi karena banyak pelanggan yang sulit melakukan registrasi. Belakangan, registrasi memang sulit dilakukan karena banyaknya pelanggan kartu prabayar yang diperkirakan sekitar 360 juta nomor. “Itu membuat traffic ke nomor operator 4444 sangat sibuk. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah pelanggan sulit mengakses dan belum berhasil melakukan registrasi,” terangnya.

Untuk itu, dia berharap masyarakat bersabar. Bagi mereka yang belum berhasil, hendaknya kembali mengulang registrasi pada layanan SMS gratis tersebut,  mengingat waktu registrasi masih bisa dilakukan hingga 28 Februari 2018 mendatang. Pihaknya juga terus melakukan evaluasi terhadap kendala yang dihadapi. “Kegagalan dalam proses registrasi sedang dievaluasi dan akan segera dibuat format solusinya,” cetusnya.

Sebelumnya, Direktur Indonesia e-Fraud Watch (IEW), Solichul Huda menilai, program registrasi menggunakan data kependudukan yang valid memang sangat bagus. Hanya saja, perlu standar operasional prosedur (SOP) yang jelas. “Teknisnya, pengguna nomor melakukan registrasi atau memberikan identitas ke operator. Nah, yang bisa membaca data itu siapa saja? Harus jelas,” tegasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here