Inisiasi Senam Sehat untuk Tekan Hipertensi

Pengabdian UM Magelang

98
PENGABDIAN : UM Magelang memberikan program pengabdian masyarakat di Desa Bener Kecamatan Purworejo melalui olahraga senam dan kegiatan penyuluhan lainnya. (HUMAS UM MAGELANG)
PENGABDIAN : UM Magelang memberikan program pengabdian masyarakat di Desa Bener Kecamatan Purworejo melalui olahraga senam dan kegiatan penyuluhan lainnya. (HUMAS UM MAGELANG)

PURWOREJO—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang terus meelakukan program terobosan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Terbaru, melalui Fakultas Ilmu Kesehatan, UM Magelang menginisiasi kegiatan senam bersama di Desa Bener Kabupaten Purworejo untuk menekan hipertensi.

Program ini dilaksanakan oleh Dosen Fikes UM Magelang Ns Rohmayanti MKep, Ns Margono MKep serta 4 mahasiswa Keperawatan. Mereka melaksanakan pengabdian masyarakat yang dituangkan dalam proposal berjudul Program Kemitraan Universitas (PKU) Komunitas Senam Sehat yang didanai UM Magelang tahun 2017.

“Data primer dari puskesmas didapatkan hasil bahwa mayoritas penduduk terdeteksi mengalami hipertensi dan beberapa penyakit degeneratif lainnya yaitu diabetes mellitus dan stroke,” kata Ns Rohmayanti.

Di desa itu, katanya, Informasi terkait penyakit, perawatan dan pencegahannya masih minim. “Jika ada warga yang sakit, pertolongan pertama langsung ke bidan setempat, kemudian beberapa di antaranya memanfatkan puskesmas dan rumah sakit jika sudah dirasa parah,” katanya.

Kegiatan itu, lanjut Rohma, bertujuan untuk tindakan preventif mencegah terjadinya penyakit degeneratif melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan pemberian keterampilan kesehatan pada kader kesehatan. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode adactive collaboration management (ACM) yakni melalui pendekatan komunikasi masyarakat dalam menemukan dan mengenali permasalahannya. “Setelah mengetahui masalahnya, kami lalu mempelajari permasalahan kemudian menentukan solusinya,” kata Rohma.

Pelaksanaan pengabdian itu dilakukan dalam beberapa kegiatan, yakni senam sehat, pelatihan pengukuran tekanan darah dan nadi, informasi tentang penyakit degeneratif, serta praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pelaksanaan senam sehat atau aerobik dilakukan secara bertahap yakni dengan model low impact dalam minggu pertama dan model high impact dengan zumba pada minggu berikutnya.

Rohma menambahkan, sebelum pelaksanaan senam, seluruh peserta di cek tekanan darah dan nadi terlebih dahulu. Jika kondisinya memungkinkan, mereka baru boleh ikut senam. Peserta juga mendapat pelatihan pengukuran tekanan darah, nadi serta penggunaan tes gula darah sehingga bisa melakukannya sendiri. (vie/sct/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here