Harga Properti Komersial Meningkat

144

SEMARANG – Indeks harga properti komersial Kota Semarang pada Triwulan III 2017 mengalami kenaikan sejalan dengan meningkatnya pasokan dan permintaan properti komersial. Baik secara triwulan maupun tahunan, indeks harga, pasokan, serta permintaan properti komersial mengalami pertumbuhan dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra mengatakan, indeks harga properti komersial naik sebesar 0,13 persen bila dibanding triwulan sebelumnya. “Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya rata-rata harga sewa kamar hotel seiring dengan meningkatnya tingkat hunian. Meningkatnya harga jual perkantoran dan lahan industri juga mendorong kenaikan harga secara tahunan,” ujarnya.

Kenaikan juga terjadi pada indeks pasokan properti komersial sebesar 0,03 persen bila dibanding triwulan sebelumnya atau 0,76 persen bila dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara triwulan, kenaikan pasokan terjadi pada segmen perhotelan yang tumbuh sebesar 4,29 persen.

“Kumulatif pasokan kamar hotel pada triwulan III 2017 tercatat sebanyak 4.767 kamar yang berasal dari 34 proyek hotel di Kota Semarang. Sementara itu, kenaikan indeks tertinggi secara tahunan terjadi pada segmen apartemen sewa sebesar 54,40 persen bila dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujarnya.

Indeks permintaan properti komersial tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen. Kenaikan permintaan tertinggi secara triwulanan terjadi pada segmen perhotelan sebesar 6,08 persen diikuti oleh segmen perkantoran sewa sebesar 1,98 persen. Sementara itu, kenaikan secara tahunan terjadi pada segmen apartemen sebesar 34,93 persen bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya diikuti oleh segmen perhotelan sebesar 22,49 persen. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here