Desa Jatirunggo Fokus Penuhi Kebutuhan Air Bersih

118
SEKDES: Nurokhim. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEKDES: Nurokhim. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Jatirunggo Kecamatan Pringapus tengah fokus pembangunan fasilitas pendukung air bersih. Hal itu dikarenakan air bersih masih menjadi persoalan tahunan di Desa setempat.

Sekdes Jatirunggo, Nurokhim mengungkapkan saat memasuki musim kemarau warga di Desa Jatirunggo kerap dilanda krisis air bersih. “Terdapat dua titik sumber mata air yang akan kita bangun sarprasnya untuk diambil air bersihnya,” ujar Nurokhim, Senin (6/11).

Pengeboran untuk air bersih, lanjutnya, juga salah satu himbauan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang untuk desa setempat. Mengingat air bersih merupakan persoalan tahunan yang dihadapi Desa Jatirunggo.

Dua titik sumber mata air tersebut yaitu di Dusun Tegaron dan Dusun Kebonagung. Penganggaran untuk pembangunan dua sumber mata air sudah diplotkan untuk APBDes 2017. Dijelaskannya, realisasi untuk pembangunan sumber mata air di Tegaron sudah terealisasi 80 persen pada 2017 ini.

Sementara untuk pembangunan sumber air bersih di Dusun Kebonagung akan direalisasikan pada 2018 mendatang. Pembangunan fasilitas air bersih tersebut sesuai dengan misi dari Pemdes setempat. Dimana penganggaran APBDes 2017 masih terprioritaskan pembangunan inrastruktur.“Utamanya dari anggaran total hampir 60 persen masuk ke infrastruktur,” katanya.

Pembangunan infrastruktur yang lain yaitu jalan poros desa, jalan dusun. Dimana, lanjutnya, masih banyak yang belum terbangun.“Untuk prioritas utama yaitu jalan rabat beton di dusun sepanjang 1 km. Juga ada talut jalan juga, serta pembangunan RTLH,” tuturnya.

Dimana selain penggunaan APBDes, Pembangunan RTLH juga teranggarkan melalui APBD Kabupaten Semarang. Saat ini, sebanyak 40 RTLH akan segera dibangun dimana anggarannya berasal dari APBDes, APBD Kabupaten Semarang dan Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Terkait kesenian, Pemdes setempat juga melakukan penganggaran melalui APBDes.“Untuk dibidang pemberdayaan dan pembinaan kesenian juga ada dana stimulan dari pemdes,” katanya.

Sebanyak tiga kelompok kuda lumping dan orkes melayu di desa tersebut diberikan stimulan melalui penganggaran untuk pemberdayaan masyarakat.“Terkait dengan pembinaan diupayakan diutamakan yaitu di karangtaruna,” katanya.

Selama ini, lanjutnya, segala kegiatan di dalam karang taruna sudah berjalan baik dan ancar. Bahkan ada beberapa kegiatan dimana penganggarannya sudah tercover oleh karang taruna sendiri.

“Agustusan sudah dicover oleh remaja. Terkait dengan olahraga juga sedikit bantuan untukperbaikan lapangan sepak bola dan bola voly. Semua kita biayai, intuk pengadaan sarprasnya didanai APBDes, yang masuk ke pembinaan pemuda dan olahraga,” pungkasnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here