ABG Cabuli 7 Anak di Bawah Umur

188
GELAR PERKARA : Pelaku pencabulan yang merugikan tujuh anak di bawah umur digelandang ke Mapolres Pekalongan, Selasa (07/11) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Pelaku pencabulan yang merugikan tujuh anak di bawah umur digelandang ke Mapolres Pekalongan, Selasa (07/11) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN–Lantaran suka menonton film porno melalui ponsel, Ag,16, warga Desa Sinagohprendeng, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, tega mencabuli dan menyetubuhi tujuh anak Sekolah Dasar (SD) yang merupakan tetangganya sendiri. Atas kasus tersebut, ABG tersebut ditangkap Sat Reskrim Polres Pekalongan, Selasa (07/11) kemarin.

Ke tujuh korban tersebut, merupakan pelajar SD dengan usianya antara 6 hingga 10 tahun. Ironisnya, perbuatan bejatnya tersebut sudah dilakukan selama hampir dua tahun. Yakni, awal tahun 2016 dan baru terbongkar awal November 2017 atas laporan orang tua korban.

Dari tujuh korban tersebut, terdiri atas empat anak perempuan dan tiga anak laki-laki. Adapun modus yang dilakukan Ag, remaja ABG pengangguran ini adalah mengiming-imingi anak-anak tersebut dengan memberikan sesuatu barang atau uang. Selain itu, tak segan mengancam korban, jika keinginannya tidak dipenuhi.

Untuk korban anak laki-laki, diiming-imingi mainan layang-layang atau mobil-mobilan. Sedangkan untuk korban perempuan, diberikan jajanan dan diancam jika tidak mau melayani nafsu bejatnya.

“Saya sering menonton film porno dari handphone di rumah. Setelah menonton, kemudian saya lampiaskan ke anak-anak tetangga yang kebetulan sedang bermain di halaman rumah. Mereka saya rayu dibelikan layang-layang atau saya ancam untuk anak perempuan,” ungkap pelaku saat dimintai keterangan di Mapolres Pekalongan.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar menjelaskan bahwa kasus pencabulan ini terbongkar, setelah korban yang baru dicabuli pelaku mengadukan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Kemudian orang tua bersama warga mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke polisi.

Menurutnya, pelaku dalam melakukan perbuatan bejat tersebut di rumahnya, kebun dan pekarangan rumah, saat situasi rumah sepi. Korban disetubuhi dan dicabuli oleh pelaku, di bawah tekanan dan ancaman pelaku. Akibat peristiwa itu, semua korban mengalami trauma, bahkan sebagian enggan keluar rumah dan tidak mau sekolah karena malu.

“Pelaku pencabulan ini masih usia anak-anak yang ketagihan akibat sering menonton film porno. Korban juga masih anak-anak semua. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pekalongan,” jelas AKP M Dahyar.

AKP M Dahyar menandaskan bahwa aksi kekerasan seksual terhadap anak di Pekalongan cukup marak. Pelaku sebagian besar orang dekat korban, di antaranya orang tua dari korban itu sendiri, bahkan guru atau teman dan tetangganya.

Menurutnya, selama Maret hingga Oktober 2017, ada tujuh kasus kekerasan seksual pada anak. Bahkan dua di antara kasus ini, pelakunya adalah orang tua korban sendiri. “Tersangka pencabulan ini, akan dijerat UU Nomor 82 Tahun 2016, tentang Perlindungan Anak dan Perempuan dengan acamman 15 tahun penjara atau denda Rp 5 miliar,” tandas AKP M Dahyar. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here