Sukses Lahirkan Juara Baru

Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD/MI Se-Kota Magelang 2017

201
JUARA PUTRI: Juara pertama, kedua dan tiga bersama kelompok putrid.
JUARA PUTRI: Juara pertama, kedua dan tiga bersama kelompok putrid.

MAGELANG – Banyaknya pemain handal yang tidak lagi memperkuat regu bulutangkis Sekolah Dasar yang berlaga dalam Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis Beregu Antar SD / MI Se-Kodya Magelang, turut mempengaruhi pencapaian di babak puncak.

Hal ini, tampak pada hasil pertandingan final pada hari Minggu, (5/11) kemarin, di GOR Djarum Magelang, Jalan Beringin VI/78, Kota Magelang, yang mencatatkan SD IT Ikhsanul Fikri sebagai juara pertama putra, dan SD N Tidar 1 sebagai juara pertama putri. Tahun lalu, dua tim juara tersebut hanya sampai babak semifinal dan meraih juara tiga bersama.

Jawara kelompok putra SD IT Ikhsanul Fikri, tahun ini masih membawa pemain yang sama, seperti saat mereka tampil tahun 2016 silam. Yakni Farrel Akbar Ghifari dan M. Hafidz Zaka Satria. Hanya saja, permainan yang ditunjukkan dua pemain lebih baik dari tahun lalu. Kemampuan setiap pemain terlihat meningkat. Pun saat tampil di partai ganda. Keduanya, juga bisa lebih kompak, saling bergantian untuk menyerang, ataupun mengisi ruang pertahanan.

Regu putra SD IT Ikhsanul Fikri meraih kemenangan di babak final saat bertemu SDN Kedungsari 5, yang menurunkan pemain Rio Putra Pratama dan Irfan Wahyu Santoso. Partai pertama tunggal pertama, Ghifari bertanding melawan Irfan. Kemampuan Ghifari yang tampak lebih baik, tidak kesulitan mengatasi lawannya. Ghifari memenangi laga dengan angka telak 21-7, 21-7.

Berlanjut partai kedua ganda, Ghifari/Hafidz lebih percaya diri untuk memenangi laga melawan Irfan/Rio. Hasilnya, game pertama Ghifari/Hafidz mengoleksi kemenangan 21-13. Game kedua Irfan/Rio berusaha menyamakan kedudukan. Sayangnya mereka tidak mampu mengejar angka, meski sempat mendekat saat skor tertinggal 15-18. Namun Ghifari/Hafidz mampu menutup laga 21-16.

FINAL SERU: Pertandingan final putri antara SD N Tidar 1 (kiri) melawan SD N Magelang 6 harus memainkan partai ketiga laga tunggal kedua. (HADIYANTO/JAWA POS RADAR KEDU)
FINAL SERU: Pertandingan final putri antara SD N Tidar 1 (kiri) melawan SD N Magelang 6 harus memainkan partai ketiga laga tunggal kedua. (HADIYANTO/JAWA POS RADAR KEDU)

Ghifari mengaku sempat kesulitan memenangi game kedua ganda karena lawannya berusaha untuk membalas kekalahan di partai tunggal. Tapi akhirnya bisa memenangi pertandingan ini karena satu pemain lawannya mudah untuk ditaklukkan. “Paling susah kalau ketemu Rio. Dia mainnya bagus dan sering juara. Ternyata tunggal pertama yang main bukan dia. Jadi gandanya kita harus menang biar dia tidak main tunggal,” ungkapnya.

Sementara di bagian putri, kemenangan SD N Tidar 1 diraih saat final mengalahkan SD N Magelang 6. Pertandingan seru hingga akhir. SD N Tidar 1 membawa pemain Natasya Putri Olivia dan Icha Novita, atlet yang sama seperti tahun lalu, saat mereka hanya mampu sampai ke semifinal. Regu putri SD N Magelang 6 sendiri menurunkan tiga pemain. Yakni Tiara Rasendriya Nirbana S, Putri Yulita Annisa Rahma dan Revandra Afitri Purnama Dhanie.

Pertandingan pertama tunggal kesatu Icha tampil melawan Tiara. Game pertama dimenangkan oleh Icha dengan angka ketat 22-20. Pada gim kedua, Tiara sempat melawan dengan mengejar poin 8-11. Namun Icha mampu mengakhirinya dengan keunggulan 21-11.

Memasuki partai kedua ganda, duet Icha/Natasya berhadapan dengan Tiara/Revandra. Pertandingan ini berlangsung semarak karena Tiara/Revandra menunjukkan perlawanan untuk menyamakan kedudukan, dan juga teriakan penonton yang mendukungnya. Gim pertama Tiara/Revandra mampu unggul 21-14. Berlanjut game kedua, Icha/Natasya justru tak berdaya untuk membalas. Hingga takluk dengan angka jauh 10-21.

Karena kedudukan sama 1-1, laga final pun berlanjut dengan partai ketiga tunggal kedua. Natasya tampil berhadapan dengan Putri. Partai penentuan ini kembali semarak karena teriakan pendukung kedua tim terdengar memenuhi venue. Game pertama Natasya unggul setelah menang 21-15. berlanjut game kedua, Putri berusaha membalas dengan pengembalian bola-bola belakang. Strategi ini tak mampu diatasi Natasya, hingga takluk 17-21.

Memasuki game ketiga, Natasya tampak lebih tenang. Sementara Putri di game sebelumnya lebih sering menyerang, terlihat mulai kelelahan. Hal ini dimanfaatkan Natasya dengan bola-bola silang. Langkah ini tak mampu diantisipasi Putri karena performanya menurun. Natasya akhirnya memenangi laga 21-16. (fiq/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here