Siap Luncurkan Kartu Kendal Smart

150

KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal berencana akan meluncurkan kartu Kendal Smart. Yakni kartu yang di desain sebagai alat pembayaran non tunai. Terutama untuk pembayaran pajak dan retribusi pasar.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tri Marti Andayani mengatakan jika saat ini sedang diusulkan dan dibahas bersama dengan pimpinan daerah dan maupun organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Sebab untuk penerapan kartu tersebut dibutuhkan operator, aplikasi dan alat yang digunakan untuk pembayaran.

“Sudah kami ajukan ke pimpinan kami Bupati Kendal. Ibu Bupati sangat sepakat dengan peluncuran Kartu Kendal Smart ini. Jadi kami harap nanti bisa terwujud tahun depan, sehingga mengurangi resiko kebocoran dana dari retribusi maupun pajak yang masuk,” ujarnya.

Menurutnya,  dengan kartu ini nantinya pembayaran pajak, maupun retribusi pasar bisa dilakukan secara online. Yakni dengan  cara menggesekkan kartu debit Kendal Smart pada alat yang telah disediakan. “Seperti transaksi online, begitu kartu digesek otomatis langsung terpotong dan masuk rekening kas daerah,” lanjutnya.

Dengan kartu ini, tentu saja manfaatnya tidak ada kebocoran dana, karena semua transaksi dilakukan secara online. Sehingga semua tercatat dengan jumlah yang senilai. “Ini juga untuk mengurangi adanya petugas pasar yang nakal atau yang tidak menyetorkan uang retribusi yang didapat,” tandasnya.

Selain itu, juga untuk memudahkan pedagang untuk membayar retribusi. Karena pedagang tidak perlu lagi membayar dalam bentuk uang, melainkan cukup menggesekkan kartunya. “Selain itu untuk mengurangi petugas pemungut pajak dan retribusi pasar,” tambahnya.

Konsep mudahnya, yakni nanti pemerintah daerah bekerja sama dengan bank yang dapat menyediakan kartu sekaligus alatnya untuk pembayarannya. “Ini merupakan salah satu wujud untuk menuju Kendal Smart City,” paparnya.

Bupati Kendal, Mirna Annisa mengaku jika dirinya yang mencetuskan ide pembuatan kartu Kendal Smart ini. Namun sampai sekarang belum terealisasi. “Sudah lama sebenarnya, sudah tahun lalu saya minta agar dibuatkan Kartu Kendal Smart ini. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut dan realisasi dari OPD terkiat,” tandasnya.

Ia berharap, Kartu ini bisa segera diwujudkan. Sehingga bisa memangkas kecurangan, baik pada retribusi parkir, pasar dan pajak. Sebab kedepan, kartu ini ia rancang juga bisa untuk membayar retribusi parkir, masuk tempat wisata milik pemerintah daerah, membayar pajak, bea rumah sakit, bayar air PDAM, maupun biaya-biaya lainnya.

“Jadi kedepan kartu ini bisa diberikan secara gratis kepada seluruh warga Kendal, paling tidak  satu Kepala Keluarga (KK) memiliki satu kartu. Makanya saya minta segera diwujudkan, sebab Kota Semarang malah sudah, kita yang punya ide malah belum jalan sama sekali,” tandasnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here