Salatiga Harus Punya Daya Tarik

Imbas Dibukanya Jalan Tol

110

SALATIGA – Pembukaan jalan tol Semarang-Solo dikhawatirkan akan ‘mematikan’ Kota Salatiga. Sebab banyak pengendara mobil yang memilih melintas di jalan tol sehingga tidak mampir ke Salatiga.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Salatiga M Miftah mengatakan, keberadaan jalan tol memang suatu kebutuhan, karena untuk memperlancar arus lalu lintas jalan raya yang saat ini sudah sangat padat. Keberadaan jalan tersebut juga bisa memperpendek jarak tempuh.

“Namun demikian, keberadaan jalan bebas hambatan itu diperkirakan juga akan berdampak terhadap kegiatan ekonomi, tak terkecuali di Kota Salatiga. Mungkin dengan adanya jalan tol, karena jarak tempuh menjadi pendek, maka orang akan langsung menuju tempat tujuan, sehingga tidak mampir ke Salatiga. Sehingga kota menjadi sepi,” politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan dia, keberadaan jalan tol tersebut akan berdampak bila Kota Salatiga tidak punya daya tarik tersendiri. Sehingga mulai sekarang, pemerintah kota harus memiliki strategi, bagaimana agar Kota Salatiga bisa menjadi kota destinasi.

Salah satunya Pemkot harus bisa menjadikan Kota Salatiga sebagai kota transit. Tentu dengan penataan dan branding yang bagus. ”Bisa destinasi kulinernya, UMKM-nya, pendidikannya, pasar tradisionalnya dan sebagainya,” ujar Miftah.

Menurutnya Pemkot Salatiga harus segera berbenah, dengan memperkuat destinasi yang menjadi daya tarik. Selain sebagai kota transit, branding sebagai kota pendidikan juga harus diperkuat.
“Di Salatiga, ada universitas negeri dan swasta yang sudah sangat terkenal.”

Selain itu harus dimunculkan ikon-ikon baru yang bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri untuk Kota Salatiga. “Banyak orang dari luar kota yang mampir ke Salatiga untuk membeli olahan singkong. Juga ada tumpang koyor yang legendaris itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Salatiga Arso Adji mengatakan, setelah dibukanya jalan tol seksi III, Bawen-Tingkir belum lama ini, belum ada keluhan penurunan hunian dan omset dari para pengelola hotel dan restoran di Salatiga. “Efeknya secara langsung untuk saat ini belum bisa terlihat,” katanya. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here