Sabu-Sabu Dipasok dari Kentir

171
DIBLENDER: Tersangka Muhammad Arif Santoso memusnahkan sabu-sabu dengan blender di Aula Mapolres Temanggung, Senin (6/11). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
DIBLENDER: Tersangka Muhammad Arif Santoso memusnahkan sabu-sabu dengan blender di Aula Mapolres Temanggung, Senin (6/11). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Sebanyak 69,33 gram sabu-sabu dimusnahkan oleh jajaran Polres Temanggung bersama instansi terkait di aula Mapolres Temanggung, Senin (6/11) kemarin. Sebanyak 69,33 gram sabu-sabu tersebut, merupakan barang bukti (BB) ungkap kasus terakhir pada 18 Oktober 2017 lalu. Tersangkanya, Muhammad Arif Santoso, 26, alias Sitip, warga Desa Tuksari, Kecamatan Kledung.

Kapolres Teamanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, tersangka Sitip merupakan pengedar sabu. Ia ditangkap di Jalan Raya Parakan-Temanggung. Tepatnya, di samping gudang tembakau Dusun Dalangan, Desa Campursari, Kecamatan Bulu. Barang buktinya, 5,02 gram sabu.

Nah, dari pengembangan penyidikan, ditemukan barang bukti lain di tempat kos tersangka di Bandungan, Kabupaten Semarang. Barang haram itu telah disimpan ke dalam sejumlah plastik klip dan siap diedarkan. “Sesuai undang-undang bahwa jika ada barang bukti lebih dari 10 gram, maka harus dimusnahkan setelah berkoordinasi dengan Kejari Temanggung, BNNK Temanggung, Pengadilan Negeri Temanggung dan Dinas Kesehatan,” kata Maesa. Dikatakan, jumlah sebesar itu merupakan pengembangan penyidikan tersangka. “Kalau barangnya (sabu) didapat di luar Temanggung, yakni di Bandungan (Kabupaten Semarang).”

Barang bukti yang dimusnahkan, di antaranya, satu bungkus plastik klip berisi sabu dengan berat kotor 5,02 gram, satu plastik klip berisi sabu 32,82 gram, dan satu plastik klip berisi 0,73 gram. Lalu, enam bungkus plastik berisi sabu masing-masing 5,03 gram, 5,32 gram, 5,29 gram, 5,06 gram, 5,04 gram dan 5,02 gram. “Pemusnahan sabu-sabu hari ini (kemarin, red) disaksikan perwakilan dari Kejari Temanggung, Pengadilan Negeri (PN) Temanggung, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.”

Di hadapan awak media, tersangka Sitip mengaku mendapat barang haram tersebut dari Cilacap. Kata dia, sabu-sabu yang dibawa dirinya, merupakan milik temannya bernama Kentir, warga Semarang. “Saya hanya kurir, bagian antarbarang. Saya menjalankan perintah Kentir orang Semarang. Sudah empat kali dalam dua bulan terakhir ini, saya antar barang milik Kentir. Dari dia, total saya sudah terima uang Rp 3 juta.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here