Pembatasan Registrasi 3 Kartu Selular Diprotes

Omzet Turun Hingga 20 Persen

224
TOLAK PEMBATASAN: Puluhan pengusaha outlet selular yang tergabung dalam Komunitas Niaga Selular Indonesia (KNCI) mendatangi Grapari Telkomsel di Jalan Pahlawan, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TOLAK PEMBATASAN: Puluhan pengusaha outlet selular yang tergabung dalam Komunitas Niaga Selular Indonesia (KNCI) mendatangi Grapari Telkomsel di Jalan Pahlawan, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG— Puluhan pengusaha outlet selular yang tergabung dalam Komunitas Niaga Selular Indonesia (KNCI) mendatangi Grapari Telkomsel di Jalan Pahlawan, Senin (6/11). Mereka mewakili pengusaha dari Tugu Muda Outlet Selluler Semarang (TOS), Nomor Cantik On the Street Semarang (Notes), dan Semarang Outlet Community (Semoc). Para pengusaha nomor perdana selular itu mengeluhkan adanya pemberlakuan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 14 Tahun 2017 yang mengancam outlet selular. Sebab, registrasi kartu selular wajib menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) hanya dibatasi tiga registrasi kartu selular.

“Kami mendukung peraturan tersebut, namun jangan dibatasi tiga kartu selular saja. Karena imbasnya penjualan di outlet kami saat ini, sudah menurun 20 persen. Hal itu karena kesulitan melakukan registrasi,” keluh Rahman, salah satu pengusaha outlet.

Koordinator aksi, Guntur Surendra, mengatakan, registrasi kartu selular yang dibatasi membebani outlet selular yang memiliki kartu perdana dengan jumlah yang banyak. Penyedia jasa telekomunikasi (operator) juga tidak memberikan fasilitas UNREG kepada masyarakat yang ingin mengganti kartu yang telah diregistrasikan.

“Tidak adanya fasilitas UNREG ini akan mempersulit masyarakat. Jika tujuan utama adalah penertiban data, seharusnya satu NIK tidak dibatasi jumlah registrasinya. Karena setiap registrasi pasti menggunakan NIK yang terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” jelasnya.

Guntur menambahkan, KNCI Jawa Tengah menuntut penghapusan pembatasan registrasi kartu selular, penyedia jasa telekomunikasi (operator) harus menyediakan fasilitas Unregistrasi sebagai bentuk kepedulian terhadap outlet seluler dan masyarakat, serta menuntut seluruh penyedia jasa telekomunikasi untuk berpartisipasi aktif menekan Kementerian Informasi dan Informatika agar segera menghapus pembatasan registrasi satu NIK untuk tiga kartu selular.

General Manager Sales Telkomsel Regional Jateng-DIJ, Djony Heru Suprijanto, mengatakan, pihaknya tetap akan menjalankan aturan pemerintah terkait registrasi yang dimulai akhir Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018 mendatang. Sementara untuk tuntutan para outlet pihaknya akan mengakomodasi dengan menyediakan jalur khusus untuk registrasi dan verifikasi data.

“Dari aturan main kartu pertama hingga ketiga dilakukan sendiri. Sedangkan untuk kartu empat dan seterusnya harus melalui di gerai tiap operator. Karenanya, kami sudah menyediakan jalur khusus outlet, karena yang diregistrasi dari outlet dalam jumlah banyak,” tandasnya. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here