33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Pelni Kucurkan Dana Rp 1,4 M

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG-PT Pelni (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), menyalurkan dana kemitraan sebesar Rp 1,4 miliar kepada 40 petani tambak di wilayah Demak dan Pemalang. Penyaluran dana ini bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Dinas Kelautan dan Perikanan Demak dan Pemalang.

Direktur Keuangan PT Pelni (Persero) yang membawahi PKBL, Tri Andayani, mengatakan, program kemitraan ini dilakukan sebagaimana yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN. Pihaknya ingin meningkatkan daya saing usaha mitra binaan PT Pelni, sehingga mampu menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri.

“Untuk Program Kemitraan ini, PT Pelni menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan karena memiliki visi yang sama untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia,” katanya di sela penandatanganan kontrak Program Kemitraan PT Pelni di Jateng yang digelar di Hotel Novotel Semarang, Senin (6/11).

Tri Andayani membeberkan, sejak 2010 hingga 2017, PT Pelni telah menyalurkan dana PKBL sebesar Rp 14,5 miliar. Rinciannya, Rp 13,5 miliar untuk program kemitraan, dan Rp 1 miliar untuk program bina lingkungan. “Khusus untuk program kemitraan, kami sejak pertengahan 2016 mulai fokus ke mitra binaan yang terkait lingkungan kelautan dan perairan. Sebelumnya, kami boleh dibilang masih gagal fokus. Karena mitra binaan kita justru kalangan industri dan peternakan, salah satunya usaha batik,” bebernya.

Salah satu petani tambak penerima dana program kemitraan, Subekhi, warga Pemalang mengaku, cukup terbantu setelah menerima kucuran dana sebesar Rp 40 juta dari PT Pelni. Pemilik tambak udang vaname seluas 2.000 meter persegi ini mampu meningkatkan produksinya setelah mendapat bantuan modal. “Sekarang tambak seluas itu mampu menghasilkan 4 ton udang vaname,” akunya.

Hal senada diungkapkan petani tambak bandeng asal Wonoagung, Karangtengah, Demak, Musari. Ia mengaku memiliki tambak seluas 2,5 hektare. Sekali menyebar benih bandeng sebanyak 1 juta ekor yang didatangkan dari Bali. “Setiap mendatangkan benih, saya harus utang duluan. Tapi, sejak dapat modal dari PT Pelni, sekarang bisa langsung saya bayar,” katanya.

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir Umi Windriani MM mengatakan, pihaknya mengapresiasi bantuan dari PT Pelni kepada para petani tambak. Dalam program ini, pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Demak dan Pemalang melakukan pengawasan, pendampingan, sekaligus membantu dalam memaksimalkan pemasaran hasil tambak. “Ini program yang bagus, dan sesuai dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya. (aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Balai Konservasi Diminta Tangani Buaya Luk Ulo

KEBUMEN— Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah diminta menangani buaya Luk Ulo yang kerap meneror warga dengan penampakannya. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman...

Gelombang Tinggi, Nelayan Tak Melaut

KENDAL—Sekitar satu pekan ini, ratusan nelayan di Kendal tak melaut. Mereka menyandarkan perahunya lantaran cuaca laut tak menentu. Badai dan gelombang yang tinggi membuat...

Hendi Dorong Warga Kembangkan Potensi Lokal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang terus mendorong usaha kecil dan potensi lokal yang dilakukan oleh masyarakat. Seperti melalui Bazar Murah Belik Sari yang dilakukan warga Kelurahan...

Jangan Asal Unggah Informasi di Medsos

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Temanggung, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Temanggung menyepakati membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpada (Gakkumdu). Keberadaan Gakhumdu untuk mengantisipasi...

Pembebasan Sebidang Lahan Alot

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masih ada satu bidang lahan yang menghambat pengerjaan konstruksi jalan tol Semarang-Batang. Tepatnya di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/AA Nomor 36...

PSHT dan RFC Bagi Takjil Ramadan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Para Pendekar Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan komunitas RFC mengadakan bakti sosial pembagian takjil, Minggu sore (3/6) kemarin. Mereka membagikan ratusan...