Pelni Kucurkan Dana Rp 1,4 M

125
SUNTIKAN MODAL: Direktur Keuangan PT Pelni Tri Andayani menyerahkan dana kemitraan kepada petani tambak asal Demak dan Pemalang disaksikan Dirjen Produksi dan Usaha Budidaya KKP, Umi Windriani (kanan). (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUNTIKAN MODAL: Direktur Keuangan PT Pelni Tri Andayani menyerahkan dana kemitraan kepada petani tambak asal Demak dan Pemalang disaksikan Dirjen Produksi dan Usaha Budidaya KKP, Umi Windriani (kanan). (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-PT Pelni (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), menyalurkan dana kemitraan sebesar Rp 1,4 miliar kepada 40 petani tambak di wilayah Demak dan Pemalang. Penyaluran dana ini bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Dinas Kelautan dan Perikanan Demak dan Pemalang.

Direktur Keuangan PT Pelni (Persero) yang membawahi PKBL, Tri Andayani, mengatakan, program kemitraan ini dilakukan sebagaimana yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN. Pihaknya ingin meningkatkan daya saing usaha mitra binaan PT Pelni, sehingga mampu menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri.

“Untuk Program Kemitraan ini, PT Pelni menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan karena memiliki visi yang sama untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia,” katanya di sela penandatanganan kontrak Program Kemitraan PT Pelni di Jateng yang digelar di Hotel Novotel Semarang, Senin (6/11).

Tri Andayani membeberkan, sejak 2010 hingga 2017, PT Pelni telah menyalurkan dana PKBL sebesar Rp 14,5 miliar. Rinciannya, Rp 13,5 miliar untuk program kemitraan, dan Rp 1 miliar untuk program bina lingkungan. “Khusus untuk program kemitraan, kami sejak pertengahan 2016 mulai fokus ke mitra binaan yang terkait lingkungan kelautan dan perairan. Sebelumnya, kami boleh dibilang masih gagal fokus. Karena mitra binaan kita justru kalangan industri dan peternakan, salah satunya usaha batik,” bebernya.

Salah satu petani tambak penerima dana program kemitraan, Subekhi, warga Pemalang mengaku, cukup terbantu setelah menerima kucuran dana sebesar Rp 40 juta dari PT Pelni. Pemilik tambak udang vaname seluas 2.000 meter persegi ini mampu meningkatkan produksinya setelah mendapat bantuan modal. “Sekarang tambak seluas itu mampu menghasilkan 4 ton udang vaname,” akunya.

Hal senada diungkapkan petani tambak bandeng asal Wonoagung, Karangtengah, Demak, Musari. Ia mengaku memiliki tambak seluas 2,5 hektare. Sekali menyebar benih bandeng sebanyak 1 juta ekor yang didatangkan dari Bali. “Setiap mendatangkan benih, saya harus utang duluan. Tapi, sejak dapat modal dari PT Pelni, sekarang bisa langsung saya bayar,” katanya.

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir Umi Windriani MM mengatakan, pihaknya mengapresiasi bantuan dari PT Pelni kepada para petani tambak. Dalam program ini, pihaknya bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Demak dan Pemalang melakukan pengawasan, pendampingan, sekaligus membantu dalam memaksimalkan pemasaran hasil tambak. “Ini program yang bagus, dan sesuai dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya. (aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here