Laporan Keuangan Unit Tour-Travel Nihil

Kejari Temanggung Periksa 20 Saksi

144

“Laporan 2016, semua unit untung atau ada pemasukan. Hanya Unit Tour and Travel saja yang nihil.”

SUHELI 

Kasi Pidsus Kejari Temanggung

TEMANGGUNG—Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung, Senin (6/11) kemarin, memeriksa 20 saksi kasus dugaan penyelewengan dana Tour and Travel PD Perusahaan Daerah (PD) Bhumi Phala Temanggung (pengelola wisata Pikatan Water Park).

Untuk diketahui, tersangka kasus ini dua orang. Yakni, mantan Direktur PD Bhumi Phala, Raharja Tri Kumuda (RTK) dan Kepala Unit (Kanit) Tour and Travel PD Bhumi Phala, Harya Wiraputra (HW).

“Hingga pukul 15.30 (kemarin), jalannya pemeriksaaan masih berlangsung,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Temanggung Fransisca J. melalui Kasi Pidsus Kejari Temanggung Suheli, Senin (6/11) kemarin. Dikatakan, sedikitnya 20 saksi sedang diperiksa.

Siapa saja 20 saksi yang diperiksa penyidik Kejari? Tercatat, Kasubag berinisial TS, staf reservasi (yang diperbantukan di staf keuangan Tour and Travel PD Bhumi Phala), HIR, dan Tim Pemasaran Tour and Travel, S. “Dari keterangan beberapa saksi, sebagian besar trip (perjalanan) ada keuntungan.”

Suheli mencontohkan, pada Oktober 2016, ada 7 kali trip. “Itu belum termasuk bulan-bulan lainnya. Namun, dalam laporan keuangan Unit Tour and Travel PD Bhumi Phala, selama 2016, laporannya nihil atau tidak ada perjalanan,” ungkap Suheli.

Suheli menjelaskan, di PD Bhumi Phala, ada beberapa unit. Di antaranya, Unit Kolam Renang, Tirto Asri di Kowangan, Kantin, Tour and Travel dan lainya. “Laporan 2016, semua unit untung atau ada pemasukan. Hanya Unit Tour and Travel saja yang nihil.” Padahal, beber Suheli, fakta di lapangan, berdasarkan keterangan saksi, ada trip dan keuntungan. “Namun, dilaporkan nihil. Lha, inilah yang janggal dan terus kita gali.”

Pada 2016, dari beberapa trip tersebut, yang cukup mencolok adalah trip ke Lombok, Medan, dan Belitung. Paket perjalanan ke Lombok, Medan, dan Belitung, uang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan sebesar Rp 168 juta. “Pemeriksaan masih terus berlangsung. Selanjutnya, akan kita panggil saks-saksi lain untuk memberi keterangan lebih lanjut.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here