Irigas Rusak, Petani Kwasen Terancam Gagal Tanam

183
DEMI MASA TANAM: Puluhan anggota TNI Koramil 05 Kecamatan Kesesi Kodim 0710 Pekalongan bersama petani, melakukan perbaikan saluran irigasi sepanjang 500 meter di Desa Kwasen Kesesi. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
DEMI MASA TANAM: Puluhan anggota TNI Koramil 05 Kecamatan Kesesi Kodim 0710 Pekalongan bersama petani, melakukan perbaikan saluran irigasi sepanjang 500 meter di Desa Kwasen Kesesi. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN- Lebih dari 138 hektare sawah di Desa Kwasen dan Desa Langensari, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengalami kekeringan karena rusaknya saluran irigasi. Tidak ada pasokan air dari Sungai Sragi. Petani pun terancam gagal tanam pada musim penghujan mendatang.

Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air saat masa tanam. Salah satunya memperbaiki saluran irigasi. Senin (6/11) kemarin, puluhan anggota Koramil 05 Kecamatan Kesesi Kodim 710 Pekalongan bersama petani gotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak sepanjang 500 meter. Tepatya mulai irigasi di Desa Kwasen hingga Desa Langensari, Kecamatan Kesesi.

Pengurus Kelompok Tani, Makmur Tani Kesesi, Wahono, mengungkapkan bahwa ada 108 hektare sawah di Desa Kwasen dan 30 hektare di Desa Langensari, sudah satu tahun terakhir selalu mengalami kekeringan. Padahal tak jauh dari sawah kedua desa tersebut, terdapat anak Sungai Sragi yang airnya mengalir sepanjang tahun.

Menurutnya buruknya saluran irigasi dan rusaknya kondisi irigasi sawah yang ada di Desa Kwasen dan Langensari, menjadi penyebab utama kekeringan.

“Sebentar lagi akan musim tanam, jika tidak ada perbaikan saluran irigasi, maka kami akan mengalami gagal tanam, karena sawah tidak ada air,” ungkap Wahono.

Wahono juga mengatakan bahwa perbaikan saluran irigasi bersama Koramil 05 Kecamatan Kesesi, adalah salah satu upaya dari masyarakat, agar para petani bisa menanam padi pada awal bulan November ini. Mengingat curah hujan dan debit air Sungai Sragi yang mulai meninggi. Menurutya perbaikan irigasi ini, dibutuhkan waktu selama 3 hari.

“Ada sepanjang 500 meter saluran irigasi yang kita perbaiki bersama Koramol 05 Kesesi, dari 900 meter saluran yang ada,” kata Wahono.

Semetara itu, Kasi Sarana dan Prasarana PSDA Kabupaten Pekalongan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa kerusakan saluran irigasi adalah kewenangan dari PSDA Prpinsi Jawa Tengah. Sehingga Pemda Peklongan tidak dapat memperbaikinya.

“Usulan perbaikan saluran irigasi di Kecamatan Kesesi sudah kami ajukan ke PSDA Provinsi, namun hingga saat ini belum direalisasikan,” jelas Budi. (thd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here