Fokus Pembangunan Infrastruktur

Fokus Pembangunan Infrastruktur

155
FOTO BERSAMA: Kepala Desa Banyukuning bersama sejumlah perangkat desa berfoto usai kegiatan yang diadakan di desa Banyukuning
FOTO BERSAMA: Kepala Desa Banyukuning bersama sejumlah perangkat desa berfoto usai kegiatan yang diadakan di desa Banyukuning

BANDUNGAN – Pemerintah Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan fokuskan anggaran belanja desa tahun 2017 untuk pembangunan infrastruktur. Beberapa infrastruktur yang digarap oleh Desa Banyukuning diantaranya ada pembangunan jalan, talut dan saluran irigasi.

Kepala Desa Banyukuning, Kukuh Sudrajat mengatakan, infrastruktur ini menjadi awal yang dirasa penting sebelum menggarap program Desa lainnya.“Sekarang jalan antar kampung sudah nyambung. Dulu masih tanah dan jaraknya jauh-jauh sekitar satu hingga dua km antar Desa. Saat ini yang masih menjadi kendala adalah tanah yang labil, sehingga sering terjadi longsor yang menimbulkan jalan terputus,” ujar Kukuh kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kades : Kukuh Sudrajat. (IST)
Kades : Kukuh Sudrajat. (IST)

Setelah menyelesaikan pembangunan infrastruktur, kata Kukuh, pemerintah Desa akan fokus untuk menggarap BUMDes. Mengenai BUMDes, Kukuh telah merancang sejumlah usaha yang nantinya akan dijalankan. Seperti unit usaha simpan pinjam, unit usaha semacam depo dan beberapa unit usaha lainnya. ”Kita targetkan akhir 2017 akan terbentuk dibantu pendamping kecamatan. Persiapannya semua sudah dilakukan,” ujar pemimpin Desa dengan 12 Dusun yang dihuni sekitar 8 ribu jiwa ini.

Kukuh menegaskan bahwa BUMDes nantinya akan digarap dengan sungguh-sungguh. Sebab, melalui BUMDes dirinya hendak mendongkrak perekonomian warga untuk mengantarkan mereka menuju masyarakat sejahtera. ”Kami berharapnya BUMDes ini nanti bisa membuka lapangan pekerjaan, kemudian juga mempermudah mencari modal. Kalau modal kecil sekitar 3-5 juta kan Desa bisa mengkover melalui BUMDes ini,” jelas Kukuh.

Selain BUMDes, fokus pembangunan infrastruktur di tahun ini juga untuk mendukung upaya mengembangkan desa wisata di Banyukuning. Kukuh berencana membuat sebuah kolam renang dengan pemandangan alam sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan asli Desa.

Dengan topografi tanah yang berundak-undak, Kukuh ingin membuat kolam renang di tanah bengkok dengan pemandangan sawah.  ”Seperti yang ada di Bali, kolam renang dengan suasana alam. Ini baru wacana. Tapi kami rasa bisa, karena infrastruktur sudah kami garap di tahun ini,” lanjutnya.

Ke depan, BUMDes maupun Desa Wisata yang akan digarap oleh pemerintah Desa Banyukuning diharapkan dapat memberikan efek domino kepada perekonomian masyarakat. Dengan adanya BUMDes dan Desa Wisata, Kukuh ingin usaha masyarakat juga bisa ikut terangkat. ”Di sini banyak warga yang memiliki usaha rumahan, seperti membuat tahu serasi. Ada enam usaha rumahan untuk tahu ini. Ada juga gethuk singkong. Semoga usaha-usaha ini nantinya bisa ikut terangkat dengan adanya Desa Wisata,” pungkasnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here