Dongkrak Penjualan, Lelang Elektronik

136
DILELANG : Berbagai barang elektronik yang ditawarkan Electronic City dengan sistem lelang. 9PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
DILELANG : Berbagai barang elektronik yang ditawarkan Electronic City dengan sistem lelang. 9PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Penjualan barang elektronik menjelang akhir tahun ini cenderung sepi. Sejumlah cara harus dilakukan untuk mendongkrak penjualan.

Toko Electronic City di Artos Mall menggelar Festival Elektronik untuk menarik pembeli. Pengelola menggelar lelang barang elektronik seperti televisi, pendingin ruangan, gawai, dan sebagainya.

“Setiap hari, ada satu barang yang kami lelang, dan jenisnya berbeda-beda,” kata Supervisor Electronic City Artos Mall Dedi Subanto, Senin (6/11).

Untuk setiap barang yang akan dilelang, ditawarkan kepada pengunjung mal. Penawar harga tertinggi yang akan menjadi pemiliknya. “Kami tawarkan kepada konsumen, barang apa yang diinginkan untuk dilelang. Setelah itu, kami buka harga, dan konsumen bersaing untuk menawar yang paling tinggi,” ujarnya.

Dari berbagai barang yang dilelang, produk kebutuhan rumah tangga paling diminati. Seperti blender, dan toaster. Barang lain yang juga diminati adalah smartphone.

Smartphone dengan harga normal Rp 3.499.000 kami buka dengan harga Rp 1.700.000, tiap konsumen kami berikan waktu 5 detik untuk menawar harga, dengan kelipatan Rp 20.000,” jelas Dedi. Barang lain seperti TV Samsung 49 inchi seharga Rp 23.000.000, ditawarkan dengan harga pembukaan Rp 8.397.448.

Acara lelang tak dilakukan setiap saat. Pengelola menjadwalkan lelang barang elektronik pada sore hari. Lalu memberikan potongan mulai Rp1.000.000-5.000.000 untuk pembelian produk pameran.

“Kami harap, ini menjadi acara yang menarik konsumen datang ke pameran, baik untuk mengikuti lelang atau hanya melihat-lihat, kemudian membeli. Tidak menutup kemungkinan juga, konsumen belanja dan mengikuti lelang,” ujarnya.

Di sisi lain, acara tersebut untuk membantu penjualan. Pada November-Desember ini, Dedi menargetkan terjadi transaksi sebesar Rp 4,9 miliar. Meski prediksi panen raya tembakau akan meramaikan bisnisnya meleset, ia tetap optimistis target itu tercapai dengan memberikan penawaran spesial.

“Kami memang sudah menyetok barang-barang untuk masing-masing merek. Karena tren November-Desember pasti banyak permintaan, dan melihat dari data penjualan tahun-tahun sebelumnya, konsumen berasal dari Wonosobo, Parakan dan Temanggung. Tapi karena kondisi petani tembakau seperti ini, kami mengadakan pameran,” ujarnya. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here