33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Ditunggu, Pergerakan Partai Dominan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki kursi terbatas di DPRD Jateng, tampaknya masih menunggu pergerakan ‘partai dominan’ untuk menentukan langkah pada Pilgub Jateng 2018. Terlebih saat ini belum ada satu pun partai yang menurunkan rekomendasi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti mengaku, pihaknya masih melihat perkembangan politik di Jateng. Dia menilai, atmosfer politik di Jateng tergolong unik karena hanya segelintir sosok yang berani vulgar mendeklarasikan sebagai bakal calon gubernur. “Mungkin karena posisi petahana yang sampai sekarang masih menduduki peringkat tertinggi dalam survey,” ucapnya, Senin (6/11).

Diakui, Demokrat juga masih menunggu waktu yang pas untuk memunculkan nama yang bakal diusung dalam bursa Pilgub Jateng. “Kami belum mengusulkan nama dari kader internal. Juga belum memutuskan akan mengusung nama yang sudah muncul seperti Sudirman Said, Marwan Jafar, atau Ferry Juliantono,” paparnya.

Keputusan mengusung calon gubernur lanjutnya, akan ditentukan setelah Demokrat menjalin koalisi politik. Pasalnya, Demokrat tidak punya cukup kursi di DPRD Jateng untuk mengusung calon sendiri. Artinya, butuh kesepakatan dengan koalisi dalam menentukan nama yang bakal diusung. “Kami sudah menjalin komunikasi dengan semua partai. Terutama Gerindra, Golkar, dan tidak menutup komunikasi dengan PDI Perjuangan,” tegasnya.

Setali tiga uang, Ketua Desk Pilkada DPW PAN Jateng, Wahyudin Noor Aly menjelaskan, pihaknya belum memastikan siapa yang bakal diusung dalam Pilkada Jateng. Entah dari kader internal atau eksternal. “Kalau soal peluang, Sudirman Said sudah berkomunikasi langsung dengan DPP,” bebernya.

Meski begitu, tidak menutup kemungkinan DPW PAN tetap mengajukan calon dari kader internal. Proses penjaringan bakal dilakukan untuk diusulkan di tingkat DPP. “Sementara ini, kami masih menjalankan tugas dari DPP. Yaitu memantau siapa saja yang sering turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi,” terangnya.

Mengenai upaya koalisi, pria yang akrab disapa Goyud ini mengaku sudah cukup mengerucut berkomunikasi dengan parpol lain. Terutama yang punya sedikit kursi di DPRD Jateng. Seperti Gerindra, PKS, dan PKB. “Saya rasa yang tak punya cukup kursi akan menjalin koalisi. Kalau tidak begitu kan tidak bisa ikut mengusung calon. Kalau di tingkat DPP, komunikasi juga dengan PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamat politik dan pemerintahan Undip, Muhammad Yulianto menilai, partai yang tak punya cukup kursi bakal bergabung untuk mengusung calon alternatif. Mereka punya peluang dan otoritas untuk menjadi pemain utama dalam Pilgub Jateng. “Meski tak punya banyak kursi, mereka bisa bergabung untuk mengajukan calon alternatif,” ungkapnya.

Calon itu, lanjutnya, tidak harus dari internal salah satu partai. Bisa juga mengambil sosok dari luar Jateng yang dianggap punya kompetensi, kualitas, dan kapasitas untuk menjadi pemimpin Jateng. Apalagi, nama-nama yang muncul sekarang memang bukan dari Jateng. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenalkan Jajanan Khas hingga Tanamkan Kerukunan

RADARSEMARANG.COM - Zaman now permainan meja atau board game sudah mulai luntur. Kalah dengan game online maupun aplikasi game di handphone. Ardiawan Bagus Harisa...

Telkom Siagakan 86 MoBi dan 1.111 Personil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menyambut Natal dan tahun baru 2018 PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) hadpi lonjakan traffic telekomunikasi melakukan pengawalan kesiapan alat produksi serta...

Diponegoro School of Nation

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip menggelar Diponegoro School of Nation, 19-22 Oktober 2017 di PP-PAUDNI Regional II Ungaran, Kabupaten Semarang. Acara diisi symposium tokoh...

The Amaya Tawarkan Unit Terbatas Type Alyssa

SEMARANG - PT. Kota Satu Property yang mengembangkan perumahan The Amaya berkonsep home resort, kini menghadirkan tipe Alyssa dengan sasaran profesional muda menengah ke...

Duo Cantik Huawei

Oleh: Dahlan Iskan Sebulan terakhir ini pohon tinggi Huawei terus jadi berita besar. Terutama dua anak perempuan pendirinya. Yang dari beda ibu. Direktur keuangannya ditangkap di...

Dewan Minta Penegak Hukum Gandeng Tokoh Masyarakat dan Keluarga

SEMARANG-  Semakin maraknya peredaran narkotika menjadi perhatian serius kalangan DPRD Jateng. Apalagi, sekarang sasarannya sudah mulai masuk seluruh generasi muda dan dengan berbagai modus....