Wajibkan Guru Kirim Laporan Harian via WA

150

MUNGKID—Untuk menghidupkan budaya membaca dan menulis di kalangan guru dan siswa, SMP Muhammadiyah Tempuran, Magelang, mempunyai kiat tersendiri untuk memulai. Hampir setiap hari, para guru diminta membuat laporan sederhana dan dikirim melalui grup whatsApp (WA) sekolah.

“Menulis butuh referensi, maka kami tekankan supaya kebiasaan positif ini diawali dari guru masing-masing. Harapannya, ke depan, bisa ditularkan kepada anak didik,” kata Kepala SMP Muhammadiyah Tempuran, Nidaan Hasana, saat ditemui di SMP Muhammadiyah Tempuran, akhir pekan lalu.

Nidaan melanjutkan, untuk bisa menulis, syarat terpenting bagi guru adalah menambah referensi dari membaca. Untuk itu, ia membebaskan guru-guru untuk membaca buku, baik melalui buku perpustakaan di sekolah; maupun luar lingkungan sekolah.

Setelah itu, menurut Nidaan, ia meminta para guru agar menuliskan apa yang dibacanya dan kemudian dikirim melalui grup WA sekolah. “Awalnya memang kami ajak supaya guru menulis apa saja. Bisa mulai dari ketika dia berangkat, kemudian mengajarnya seperti apa. Intinya, yang dilihat silakan jika itu layak ditulis tuangkan saja. Lantas, hasil produk itu mereka share di grup WA,” kata mantan Kepala SMK Muhammadiyah Bandongan tersebut.

Sejak dirintis awal 2017, menurut Nidaan, hingga kini ratusan tema sudah ditulis para guru melalui grup WA dan disimpan dalam komputer sekolah. Dalam waktu dekat, lanjut Nidaan, tulisan para pengajar di SMP Muhammadiyah Tempuran bakal dijadikan satu untuk dibukukan.

Kendati demikian, menurut Nidaan, pihaknya masih terkendala dalam membuat buku. “Sebab, pokok masalah yang diangkat masing-masing guru seringkali berbeda. Penyatuannya butuh penyesuaian tema, agar runtut dan runut. Nantinya, buku ini akan dibagikan kepada guru dan wali murid. Supaya mereka juga tahu, apa yang dikerjakan para guru di sini.”

Sekolah, menurut Nidaan, juga mengajak para siswa untuk menggemari budaya literasi. Untuk itu, menurut Nidaan, pihaknya akan mencoba menjalin kerja sama dengan perusahaan media massa untuk memberikan pelatihan menulis dan jurnalistik bagi siswa dan kalangan guru. “Rencana akan kami gandeng Jawa Pos Radar Kedu untuk memberikan sedikit gambaran bagaimana dunia jurnalistik.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here