Tol Batang Semarang Baru Setengah Jadi

138
CEK PENGERJAAN : Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ketika meninjau proyek jalan tol Batang-Semarang yang dikerjakan PT Waskita Karya, Minggu (5/11) kemarin (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).
CEK PENGERJAAN : Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ketika meninjau proyek jalan tol Batang-Semarang yang dikerjakan PT Waskita Karya, Minggu (5/11) kemarin (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau proyek jalan tol Batang-Semarang, Minggu (5/11) kemarin. Kedatangannya untuk memastikan agar proyek yang digarap PT Waskita Karya ini bisa selesai sesuai target yang ditentukan.

Dari penilaiannya, pengerjaan jalan tol Batang Semarang bisa segera dikebut. Pasalnya pembebasan lahan sudah rampung 98,16 persen. Bahkan di seksi 1, Batang-Batang Timur, sudah tembus 100 persen. Artinya, tidak ada lagi alasan kendala sosial dalam mengerjakan tol.

Untuk total progres konstruksi, pembangunan jalan tol yang dibagi menjadi 5 seksi ini baru setengah jadi. Dari seksi 1-5 baru mencapai 55,7 persen. Hanya sebagian ruas saja yang sudah melewati proses cor beton.

Yang sudah mendekati jadi hanya seksi 1. Pengerjaan jalan tol sepanjang 3,20 km itu sudah terealisasi 86,74 persen. “Soalnya seksi I sudah selesai pembebasan lahan. Kalau seksi 5 sendiri sudah 66,2 persen,” kata Basuki.

Menurutnya, ruas yang mulai dikerjakan pertengahan 2016 itu sudah tidak ada kendala. Diyakini bisa dioperasikan tahun 2018. Ia yakin, bulan Juli 2018 seluruh jalan di ruas tersebut sudah dibeton. “2018 sudah operasional. Dengan melihat kunjungan hari ini, kami yakin sudah operasi (tahun 2018). Juli sudah kayak gini (beton, red) semua,” tandansya.

Sebelumnya, Menteri Basuki juga meninjau ruas Batang-Pemalang dan meyakini saat Mudik 2018, tol Trans Jawa sudah dibeton dan bisa digunakan, meski belum beroperasi resmi.

Pengerjaan ruas tol lain, yakni Salatiga-Kartasura, juga sedang dikebut. Jalan tol sepanjang 32 kilometer itu juga ditargetkan bisa beroperasi saat arus mudik Lebaran 2018 mendatang.

Direktur Utama PT Solo Ngawi, Jaya David Wijayatno mengaku telah menerapkan sistem kerja tiga shift atau 24 jam penuh dalam sehari agar target operasi bisa terpenuhi. “Targetnya harus operasional tahun depan, jadi konstruksi harus beres secepatnya. Maka dari itu, kami mengerahkan tiga shift. Kini pengerjaan tengah fokus terhadap pengolahan tanah dan infrastrukturnya seperti drainase, irigasi, struktur beton, dan underpass,” terangnya.

Hingga minggu akhir di bulan Oktober 2017, pembangunan ruas jalan tol yang masuk dalam Jalan Tol Semarang-Solo Seksi IV dan V ini telah mencapai 35 persen. Sedangkan dalam proses pembebasan lahan, sudah mencapai 100 persen. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here