Teh Herbal, Hilangkan Dahak, Atasi Gangguan Pernapasan

Inovasi Empat Siswa SMP Kebon Dalem, Hadirkan Teh Ji’dias

168
BERBINCANG : Salah seorang siswa menjelaskan penelitiannya, Teh Ji’dias kepada Kepala SMP Kebon Dalem, Sr Theresia Ratna Dewi PI (IST).
BERBINCANG : Salah seorang siswa menjelaskan penelitiannya, Teh Ji’dias kepada Kepala SMP Kebon Dalem, Sr Theresia Ratna Dewi PI (IST).

Empat siswa SMP Kebon Dalem Semarang mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah, atas inovasinya menghadirkan Teh Ji’dias atau Teh Biji Adas. Keempatnya adalah Monica Putri, Florencia Cindy, Denny Setiawan dan Jasson. Seperti apa ?

AFIATI TSALITSATI

Biji adas merupakan salah satu tanaman yang kerap digunakan sebagai obat herbal atau obat tradisional. Kandungan antioksidan alami yang terkandung di dalamnya, dipercaya mampu menginduksi penyakit kanker, arterioskerosis hingga penuaan dini, yang disebabkan kerusakan jaringan karena oksidasi.

Monica menjelaskan, dari sejumlah buku referensi yang dibaca, kandungan lainnya yang ada di biji adas adalah cineole dan anetol, dapat menghilangkan dahak sehingga memperlancar saluran pernapasan. “Dengan demikian, beragam penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan seperti batuk hingga bronchitis dapat diatasi dengan mengonsumsi biji adas,” tutur Monica, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Oleh karena itulah, keempat remaja ini terdorong untuk membuat produk herbal berupa teh dari biji adas. Pemilihan teh untuk dipadukan dengan biji adas, karena budaya konsumsi teh masyarakat Indonesia yang tinggi. “Selain praktis, tinggal diseduh dengan air panas, sudah langsung bisa dinikmati,” sambung Florencia.

Dalam proses pembuatannya, cukup sederhana. Bahan utama, yakni biji adas tersebut ditumbuk hingga halus, sebelum kemudian dimasukkan ke dalam tea bag celup. Penggunaannya, cukup diseduh dengan air panas. Penambahan gula batu juga bisa dilakukan, untuk menambah cita rasa teh tersebut.

Kepala SMP Kebon Dalem, Sr Theresia Ratna Dewi PI mengungkapkan bahwa sekolahnya selalu mendukung siswa dalam upaya mengembangkan bakat dan ekspresi di bidang seni maupun akademik.

“Kami mendorong siswa agar mengangkat kearifan budaya lokal. Bisa dilihat dari penelitian yang dilakukan siswa. Di antaranya mengenalkan dan mengolah rempah-rempah khas Indonesia, untuk dimanfaatkan bagi kebaikan bersama,” paparnya.

Sebagai sekolah riset berkarakter choice, pihaknya berharap kepada para siswa bisa mengembangkan kreasi, imajinasi serta bakatnya. “Kami berharap dapat terus mendukung dan mengembangkan talenta serta bakat anak didik di berbagai bidang. Selain itu, bisa membentuk mental dan kepribadian yang percaya diri,” pungkasnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here