Songsong Hari Wayang, Pentas di CFD

118
NGURI-URI BUDAYA : Penggerak dan pemerhati budaya Jawa, Mayjen TNI (Purn) Sunindyo (kiri) menyerahkan wayang kepada dalang muda yang juga siswa SMKN 3, Achmad Syarif dalam acara menyambut Hari Wayang di arena CFD, kemarin (Nurchamim/jawa pos radar semarang).
NGURI-URI BUDAYA : Penggerak dan pemerhati budaya Jawa, Mayjen TNI (Purn) Sunindyo (kiri) menyerahkan wayang kepada dalang muda yang juga siswa SMKN 3, Achmad Syarif dalam acara menyambut Hari Wayang di arena CFD, kemarin (Nurchamim/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – Menyongsong peringatan Hari Wayang yang akan jatuh pada 7 November mendatang, Sanggar Lengkhong Kopilathe, Minggu (5/11) menggelar pementasan wayang kulit di arena Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan, Semarang.  Pentas digelar dengan menampilkan lima dalang, pagelaran tari, dan penampilan wayang orang.

Dalam pementasan wayang kulit ini mengambil lakon “Kongso Adu Jago” dengan dalang siswa SMKN 3 Semarang, Achmad Syarif. Antusiasme warga untuk menonton pagelaran tersebut sangat besar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya penonton yang memadati Jalan Pahlawan.

Sesepuh Sanggar Lengkhong Kopilathe, Tjahyono Rahardjo mengatakan pementasan dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Unnes untuk pementasan wayang serta tarian. “Dengan begitu maka wayang akan terjaga kelestariannya, karena banyak anak muda yang mencintai kesenian wayang,” katanya.

Selain itu, dengan pementasan wayang di arena terbuka, tentunya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya selama ini pementasan wayang dilakukan di ruang yang tertutup sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu.

Penggerak dan pemerhati budaya Jawa, Mayjend TNI (Purn) Sunindyo mengatakan sebagai generasi penerus tentunya dapat melakukan berbagai inovasi dalam mempertahankan budaya wayang agar diminati semua lapisan. Tidak hanya orang tua tetapi juga anak muda. “Karena wayang itu merupakan warisan bangsa. Bahkan pada 7 November 2003 lalu UNESCO menetapkan wayang kulit sebagai warisan mahakarya dunia seni,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Susanti berharap pementasan wayang tersebut tidak hanya sekali ini. Tetapi bisa dilakukan seminggu sekali agar generasi muda bisa menonton wayang di arena CFD. “Pementasan itu seharusnya dilakukan setiap minggu sehingga anak muda menjadi tertarik dengan tradisi wayang,” katanya. (hid/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here