33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Seorang Ibu Tusuk Anaknya Yang Masih Balita

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN- Diduga mengalami depresi karena kondisi ekononi yang berat dan ditinggal oleh suami, Syarenie,31, warga Desa Bojong Minggir RT 07 RT 04, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tega menusuk anak kandungnya sendiri yang masih balita Sabtu (04/11) kemarin, yakni Sofia Isa, yang masih berusia 3,5 tahun, hingga mengalami luka robek di bagian perutnya selebar 10 sentimeter dan ususnya pun keluar.

Beruntung sang anak Sofia Isa dapat diselamatkan oleh warga sekitar dan langsung dibawa ke RSI Pekajangan. Meski Sofia Isa sempat pingsan beberapa kali, namun nyawanya dapat diselamatkan, hingga Minggu (05/11) kemarin, kondisi luka Sofia sudah membaik. Para tetangga pun menunggu Sofia secara bergantian selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Kejadian bermula Sabtu (04/11) pagi kemarin. Syarenie tiba-tiba melukai anaknya dengan menggunakan pisau dapur saat berada di rumah kontrakannya. Setelah menusuk, Syarenie pun berteriak histeris minta tolong, para tetangga pun berdatangan dan menolong Sofia yang berlumuran darah. Warga pun langsung membawa Sofia ke RSI Pekajangan.

“Ibu Syarenie atau pelaku menjerit histeris, meminta tolong sembari membopong anaknya yang mengeluarkan banyak darah. Luka di bagian perut. Anaknya diam aja, keluar banyak darah. Lalu kita bawa ke rumah sakit RSI untuk ditangani,” ungkap Rosadi, Ketua RT Desa Bojong Minggir RT 07 RW 04, yang datang bersama warga lain.

Warga juga langsung membawa Syarenie ke Polsek Bojong Polres Pekalongan. Mengingat pelaku masih terus menggenggam pisau dapurnya, seolah akan bunuh diri.

Selama pemeriksaan di Polsek Bojong Polres Pekalongan, pelaku sempat mengamuk dan melempar semua barang yang ada di atas meja, termasuk makanan dan minuman yang disuguhkan, bahkan beberapa lembar uang ribuan yang dibawa juga dilemparkan.

Rohadi juga  mengatakan bahwa selama ini pelaku diketahui sering kali melakukan penganiayaan pada korban. Bahkan tanpa alasan yang jelas anaknya sering dihajar hingga menangis.

Menurutnya Syarenie mulai bersikap aneh ketika ditinggal suaminya, karena diajak pindah kontrakan tidak mau. Syarenie pun hanya hidup berdua bersama anaknya. Sejak itu anaknya sering diperlakukan kasar.

“Mungkin depresi, mikir ekonomi. Kontrakan di sini habis, dia  diajak suami pindah tempat kontrakan lain tidak mau,” kata Rohadi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto, menjelaskan pihanya terpaksa mengamankan Syarenie ke Mapolsek Bojong, karena pelaku masih terus mengamuk dan berbuat ulah di ruang penyidikan, akhirnya dibawa ke ruang tahanan.

Menurutnya selama di dalam ruang tahanan, pelaku menjerit-menjerit meminta dikeluarkan. Bahkan, pelaku sempat membuka baju dan celananya telanjang bulat, agar dilepaskan oleh polisi. Dia ingin melihat kondisi anaknya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan pada saksi-saksi, dikatakan pelaku depresi. Kita akan bawa pelaku ke Rumah Sakit Djunaed, untuk pemeriksaan kejiwaan. Nanti tunggu hasilnya,” jelas Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Horison Sukses Meriahkan Imlek

PEKALONGAN-Hotel Horison Pekalongan sukses menggelar Gala Diner dalam rangka menyambut pergantian tahun baru China atau Imlek 2017 atau 2568 di penanggalan China. Para tamu...

Lusiana Masuk Jaringan Internasional

SEMARANG - Perempuan bercadar yang ditangkap petugas saat berupaya penyelundupan sabu di Lapas Kelas II A Kedungpane, diduga kuat memiliki jaringan narkotika internasional. Perempuan...

500 Atlet dan 123 Pelatih Terima Insentif

SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang terus berusaha meningkatkan prestasi olahraga kota ini. Sebanyak 500 atlet menerima insentif dari Pemkot Semarang melalui...

Bank Jateng Bedah Rumah Veteran

AMBARAWA – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 109, Bank Jateng menggelontorkan Rp 92,245 juta untuk merenovasi dua rumah milik veteran di bilangan Ambarawa,...

Titik Terang Itu Masih Titik Titik

Oleh: Dahlan Iskan Dua hari sudah kalah Pemilu. Keluarga besar Nawaz Sharif kumpul di penjara. Demikian juga pentolan-pentolan partainya: Partai Liga Muslim. Yang diketuai adik...

Waspada Premanisme Politik

MAGELANG – Pelaksanaan pemilu kepala daerah (pilkada) 2018 dan dilanjutkan dengan pemilihan legislatif (pileg) serta pemilihan presiden (pilpres) 2019 rawan terjadi konflik. Untuk itu,...