Seorang Ibu Tusuk Anaknya Yang Masih Balita

171
KEJAM: Syarenie saat meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Bojong, kemarin (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).
KEJAM: Syarenie saat meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Bojong, kemarin (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang).

KAJEN- Diduga mengalami depresi karena kondisi ekononi yang berat dan ditinggal oleh suami, Syarenie,31, warga Desa Bojong Minggir RT 07 RT 04, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tega menusuk anak kandungnya sendiri yang masih balita Sabtu (04/11) kemarin, yakni Sofia Isa, yang masih berusia 3,5 tahun, hingga mengalami luka robek di bagian perutnya selebar 10 sentimeter dan ususnya pun keluar.

Beruntung sang anak Sofia Isa dapat diselamatkan oleh warga sekitar dan langsung dibawa ke RSI Pekajangan. Meski Sofia Isa sempat pingsan beberapa kali, namun nyawanya dapat diselamatkan, hingga Minggu (05/11) kemarin, kondisi luka Sofia sudah membaik. Para tetangga pun menunggu Sofia secara bergantian selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Kejadian bermula Sabtu (04/11) pagi kemarin. Syarenie tiba-tiba melukai anaknya dengan menggunakan pisau dapur saat berada di rumah kontrakannya. Setelah menusuk, Syarenie pun berteriak histeris minta tolong, para tetangga pun berdatangan dan menolong Sofia yang berlumuran darah. Warga pun langsung membawa Sofia ke RSI Pekajangan.

“Ibu Syarenie atau pelaku menjerit histeris, meminta tolong sembari membopong anaknya yang mengeluarkan banyak darah. Luka di bagian perut. Anaknya diam aja, keluar banyak darah. Lalu kita bawa ke rumah sakit RSI untuk ditangani,” ungkap Rosadi, Ketua RT Desa Bojong Minggir RT 07 RW 04, yang datang bersama warga lain.

Warga juga langsung membawa Syarenie ke Polsek Bojong Polres Pekalongan. Mengingat pelaku masih terus menggenggam pisau dapurnya, seolah akan bunuh diri.

Selama pemeriksaan di Polsek Bojong Polres Pekalongan, pelaku sempat mengamuk dan melempar semua barang yang ada di atas meja, termasuk makanan dan minuman yang disuguhkan, bahkan beberapa lembar uang ribuan yang dibawa juga dilemparkan.

Rohadi juga  mengatakan bahwa selama ini pelaku diketahui sering kali melakukan penganiayaan pada korban. Bahkan tanpa alasan yang jelas anaknya sering dihajar hingga menangis.

Menurutnya Syarenie mulai bersikap aneh ketika ditinggal suaminya, karena diajak pindah kontrakan tidak mau. Syarenie pun hanya hidup berdua bersama anaknya. Sejak itu anaknya sering diperlakukan kasar.

“Mungkin depresi, mikir ekonomi. Kontrakan di sini habis, dia  diajak suami pindah tempat kontrakan lain tidak mau,” kata Rohadi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto, menjelaskan pihanya terpaksa mengamankan Syarenie ke Mapolsek Bojong, karena pelaku masih terus mengamuk dan berbuat ulah di ruang penyidikan, akhirnya dibawa ke ruang tahanan.

Menurutnya selama di dalam ruang tahanan, pelaku menjerit-menjerit meminta dikeluarkan. Bahkan, pelaku sempat membuka baju dan celananya telanjang bulat, agar dilepaskan oleh polisi. Dia ingin melihat kondisi anaknya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan pada saksi-saksi, dikatakan pelaku depresi. Kita akan bawa pelaku ke Rumah Sakit Djunaed, untuk pemeriksaan kejiwaan. Nanti tunggu hasilnya,” jelas Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here