Mountain Running Berskala Internasional

Petungkriyono Trail Run 2017

214
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berfoto bersama panitia penyelenggara Petungkriyono Trial Run 2017 (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berfoto bersama panitia penyelenggara Petungkriyono Trial Run 2017 (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN Event Petungkriyono Trail Run 2017 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Minggu (5/11) kemarin, berjalan sukses.

Petungkriyono Trail Run atau Mountain Running, adalah kombinasi antara mendaki gunung dengan olahraga lari. Peserta berlari melintasi alam, perbukitan, tanpa pijakan yang nyaman dan rata, melewati tanjakan dan turunan curam, mendaki perbukitan hingga menggapai puncak gunung.

Petungkriono adalah tempat yang tepat utuk dijadikan Mountain Running skala Internasional, karena berada di lokasi wisata alam dengan view yang begitu indah. Seperti Curug Bajing, Curug Muncar dan Curug Lawe. Peserta bisa berolahraga sembari menikmati pemandangan yang apik.

Dalam event Mountain Running kemarin, diikuti 375 orang pelari dari berbagai daerah. Seperti Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jogjakarta, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Mereka begitu antusias untuk merebutkan hadiah total Rp 42 juta.

Peserta dibagi menjadi tiga kategori. Pertama kategori Trail 27 km, trail 12 km dan Trail 5 km untuk putra/putri/umum usia kurang dari 40 tahun, dan master usia diatas 40 tahun.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat pelepasan lomba lari ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak hingga kegiatan Petungkriyono Trail Run 2017 berjalan dengan sukses. Kegiatan ini juga untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan, mengingat para peserta berasal dari berbagai daerah.

Selain itu, kegiatan Petungkriyono Trail Run 2017 ini sebagai ajang mengenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan, khususnya Petungkriyono ke tingkat internasional. Karena Petungkriyono dikenal dengan National Heritage Park, yang merupakan hutan alam Purba yang tersisa di pulau Jawa. Selain memiliki 7 puncak gunung, juga menjadi endemic hewan langka seperti owa Jawa, macan Jawa, elang, kopi organik Hutan Petungkrioyo serta flora langka.

“Dengan potensi ini tahun depan InsyaAllah, kita akan konsen untuk naikan grade Trail Run ini pada level international ” tegas bupati.

Bukan tidak mungkin event ini akan dinaikkan ke tingkat internasional, mengingat banyaknya potensi dan track yang menantang, ditambah pemandangan alam yang begitu indah.

“Kriteria trail run harus 42 kilometer kita memilikinya, track menantang dengan pemandangan alam yang indah dan banyak lokai wisata alam, serta hutan yang masih perawan, Petungkriyono tempatnya. Sehingga peserta lari ini bisa menikmati dua kegiatan sekaligus, berolahraga sekaligus berwisata menikmati alam,” tegas bupati.

Sementara itu, Hermanto, 42, salah satu peserta lari asal  Medan, mengaku senang dapat ikut andil dalam event di Petungkriyono ini. Banyak hal positif yang ia dapat selama menjadi peserta Petungkriyono Trail Run 2017 ini, seperti dapat lebih mengenal kearifan lokal yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Hal senada dikatakan Ayu, 25, dari Jogjakarta. Track menantang terbayar dengan pemandangan alaman yang begitu apik.

“Saya berharap tahun mendatang, Petungkriyono Trail Run menjadi event Internasional, karena track yang menantang, pemandangan alamnya sangat indah, dan udaranya sangat segar dan dingin,” tandas Ayu.(thd/adv/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here