Minta Tarif Tol Diturunkan

126

UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang mengritik besaran tarif tol Semarang – Solo ruas Bawen – Salatiga yang dinilai terlalu mahal. Anggota DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto meminta agar tarif diturunkan.

“Tarif tol Bawen-Salatiga dinilai terlalu mahal, banyak sekali masyarakat yang mengeluh,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, Minggu (5/11).

Ia mengatakan, tarif jalan tol sepanjang 17,6 kilometer dari Salatiga sampai Ungaran sebesar Rp 24.500 untuk mobil kecil. Sehingga bila dua kali memanfaatkan jalan saat berangkat dan pulang beraktivitas, sudah mengeluarkan biaya hampir Rp 50.000. “Uang Rp 50.000 bisa untuk beli bensin, belum lagi kalau tujuannya ke Kota Semarang pengeluaran untuk bayar tol bertambah,” katanya.

Tingginya tarif tol ini, menurutnya, membuat masyarakat wilayah selatan Kabupaten Semarang seperti warga Suruh atau Salatiga lebih memilih lewat jalan utama Semarang-Solo. Terutama mereka yang rutin melakukan aktivitas ke Ungaran atau Kota Semarang.

Said meminta tarif tol Bawen-Salatiga diturunkan. Supaya tujuan pembangunan jalan tol untuk memecah kepadatan lalu lintas di jalan utama Semarang-Solo bisa optimal. “Sekarang ini kita melihat tol Bawen-Salatiga sepi peminat, sehingga arus lalu lintas di jalan utama masih sangat padat kendaraan. Kita minta tarif tol Bawen-Salatiga diturunkan, misal jadi Rp 7.500 atau Rp 10.000,” ujarnya.

Menurutnya, ruas Bawen-Salatiga hanya ramai saat awal-awal setelah diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI Joko Widodo. “Awal ramai itu karena orang-orang penasaran saja ingin melihat tol Bawen-Salatiga. Sekarang saya lihat sepi, pemanfaatannya belum optimal akibat tarifnya mahal,” ujarnya.

Sebelumnya PT Trans Marga Jateng (TMJ) mengklaim, meski tarifnya mahal namun jumlah pengguna tol ruas Bawen – Salatiga itu tetap tinggi. General Manager Teknik dan Operasional PT TMJ Prayudi mengatakan, minat masyarakat untuk menggunakan tol ruas tersebut sudah mulai terlihat sejak awal uji coba.

“Pada saat ujicoba selama enam hari, jumlah pengguna jalan yang melintas di ruas tol Bawen-Salatiga ini rata-rata mencapai 6 ribu kendaraan per hari,” ujarnya. Sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo, ruas tol sepanjang 17,6 kilometer ini telah diujicobakan selama enam hari dengan dibuka untuk masyarakat umum tanpa dikenakan tarif.

Dikatakan Prayudi, dari laporan tim PT TMJ di lapangan setelah jalan tol resmi dioperasionalkan dan mulai dikenakan tarif, ternyata tidak terjadi pengurangan jumlah pengguna jalan tol yang cukup signifikan. Jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol ini sehari setelah diresmikan masih mencapai antara 5 ribu hingga 6 ribu pengguna jalan. “Dengan jumlah penggguna jalan tol ini menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi,” katanya. (ewb/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here