33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Minta Tarif Tol Diturunkan

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang mengritik besaran tarif tol Semarang – Solo ruas Bawen – Salatiga yang dinilai terlalu mahal. Anggota DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto meminta agar tarif diturunkan.

“Tarif tol Bawen-Salatiga dinilai terlalu mahal, banyak sekali masyarakat yang mengeluh,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, Minggu (5/11).

Ia mengatakan, tarif jalan tol sepanjang 17,6 kilometer dari Salatiga sampai Ungaran sebesar Rp 24.500 untuk mobil kecil. Sehingga bila dua kali memanfaatkan jalan saat berangkat dan pulang beraktivitas, sudah mengeluarkan biaya hampir Rp 50.000. “Uang Rp 50.000 bisa untuk beli bensin, belum lagi kalau tujuannya ke Kota Semarang pengeluaran untuk bayar tol bertambah,” katanya.

Tingginya tarif tol ini, menurutnya, membuat masyarakat wilayah selatan Kabupaten Semarang seperti warga Suruh atau Salatiga lebih memilih lewat jalan utama Semarang-Solo. Terutama mereka yang rutin melakukan aktivitas ke Ungaran atau Kota Semarang.

Said meminta tarif tol Bawen-Salatiga diturunkan. Supaya tujuan pembangunan jalan tol untuk memecah kepadatan lalu lintas di jalan utama Semarang-Solo bisa optimal. “Sekarang ini kita melihat tol Bawen-Salatiga sepi peminat, sehingga arus lalu lintas di jalan utama masih sangat padat kendaraan. Kita minta tarif tol Bawen-Salatiga diturunkan, misal jadi Rp 7.500 atau Rp 10.000,” ujarnya.

Menurutnya, ruas Bawen-Salatiga hanya ramai saat awal-awal setelah diresmikan penggunaannya oleh Presiden RI Joko Widodo. “Awal ramai itu karena orang-orang penasaran saja ingin melihat tol Bawen-Salatiga. Sekarang saya lihat sepi, pemanfaatannya belum optimal akibat tarifnya mahal,” ujarnya.

Sebelumnya PT Trans Marga Jateng (TMJ) mengklaim, meski tarifnya mahal namun jumlah pengguna tol ruas Bawen – Salatiga itu tetap tinggi. General Manager Teknik dan Operasional PT TMJ Prayudi mengatakan, minat masyarakat untuk menggunakan tol ruas tersebut sudah mulai terlihat sejak awal uji coba.

“Pada saat ujicoba selama enam hari, jumlah pengguna jalan yang melintas di ruas tol Bawen-Salatiga ini rata-rata mencapai 6 ribu kendaraan per hari,” ujarnya. Sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo, ruas tol sepanjang 17,6 kilometer ini telah diujicobakan selama enam hari dengan dibuka untuk masyarakat umum tanpa dikenakan tarif.

Dikatakan Prayudi, dari laporan tim PT TMJ di lapangan setelah jalan tol resmi dioperasionalkan dan mulai dikenakan tarif, ternyata tidak terjadi pengurangan jumlah pengguna jalan tol yang cukup signifikan. Jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol ini sehari setelah diresmikan masih mencapai antara 5 ribu hingga 6 ribu pengguna jalan. “Dengan jumlah penggguna jalan tol ini menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi,” katanya. (ewb/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Atalarik Syach Berbagi Motivasi di Ponpes

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Artis kenamaan, Atalarik Syach, kembali mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Addainuriyah 2 Semarang. Kedatangan kakak dari Teddy Syach, Attila Syach dan Attar Syach ini, selain ingin lebih dekat...

Wihaji Ajak Kembangkan Tanaman Holtikultura

RADARSEMARANG.COM, BATANG -  Minimnya minat generasi muda berkecimpung dalam dunia pertanian membuat banyak lahan pertanian beralih fungsi jadi perkebunan dan tempat usaha lain. Dampaknya...

Tetaplah Mungkid Jadi Ibu Kota Bernuansa Pedesaan

Di usianya yang ke-34 tahun, Kota Mungkid terus berbenah. Berbagai sarana, prasarana, maupun fasilitas publik untuk aktivitas masyarakat Kabupaten Magelang, intens dibangun. RADARSEMARANG.COM - ANDAI...

30 Ribu e-KTP Tunggu dicetak

PURBALINGGA – Hingga November, jumlah pemohon KTP elektronik (e-KTP) yang telah melakukan perekaman mencapai 71 ribu orang. Sementara yang tercetak baru 25.500 buah. Dinas Kependudukan...

Pembangunan Pagar Dihentikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Satpol PP Kabupaten Semarang akhirnya menyegel pembangunan pagar permanen di lahan pertanian yang berlokasi di Desa Bergas Kidul Kecamatan Bergas, Selasa...

201 Bencana Terjang Jateng

SEMARANG - Jateng mulai dilanda cuaca ekstrim. Karena itu, masyarakat diimbau terus meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi terjadinya bencana. Informasi kejadian bencana pun harus cepat...