Literasi Bagus Rumusnya 3M

110
KULIAH UMUM: Pemateri kuliah umum yang diselenggarakan oleh FKIP UM Magelang saat menyampaikan materinya di hadapan peserta (IST).
KULIAH UMUM: Pemateri kuliah umum yang diselenggarakan oleh FKIP UM Magelang saat menyampaikan materinya di hadapan peserta (IST).

MUNGKID—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) menggelar Stadium General (Kuliah Umum) bertema Peluang dan Tantangan Profesionalisme Guru di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, Sabtu (4/11) akhir pekan lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Kampus 1 UM Magelang tersebut, dihadiri 335 peserta. Terdiri atas 200 mahasiswa baru, 100 mahasiswa perwakilan semester 3 dan 5, serta 35 dosen FKIP UM Magelang.

Ketua Penyelenggara, Sugiyadi, M.Pd,Kons, mengatakan, tujuan kuliah umum untuk mengetahui peluang serta tantangan profesi guru di era MEA. “Kegiatan ini juga diperlukan untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dalam pengembangan akademik,” kata Sugiyadi.

Harapan lainnya, bisa menambah wawasan bagi peserta, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap mahasiswa dalam pengembangan pendidikan di era MEA.

Rektor UM Magelang, Ir. Eko Muh. Widodo MT, menegaskan pentingnya pembekalan bagi profesionalisme seorang pendidik dalam upaya mengembangkan pendidikan di Indonesia. “Pendidik harus terus berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.”

Profesor Dr. Hamndan Said, pakar pendidikan dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dihadirkan sebagai pembicara. Hamndan menjelaskan pentingnya sebuah pembelajaran berbasis literasi yang berguna bagi peningkatan peringkat dalam persaingan global. “Literasi dan kompetensi merupakan dua hal sangat penting. Jika kita tidak mampu meningkatkan keduanya, kita akan kalah bersaing dengan pelajar-pelajar pada masa mendatang.”

Hamndan menekankan perguruan tinggi agar tidak sekadar menghasilkan lulusan saja tiap tahunnya. Tapi melahirkan lulusan yang berkompetensi tinggi, sehingga mampu bersaing di era modern ini. “Literasi yang bagus adalah yang mampu menerapkan 3M, yakni membaca, menulis, dan mengungkapkan.”

Director International Student and Scholar Services UTM itu menyampaikan, Indonesia masih berada di level 2 (menengah) dalam kelompok persaingan global. “Walaupun masih di atas negara-negara lain di wilayah ASEAN, bukan berarti harus berpuas diri. Perlu perjuangan lebih lagi agar negara bisa lebih kompetitif, khususnya dalam sistem pendidikan.”, tegasnya. (sct/vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here