Harus Manusiawi, Jangan Hanya PAD

96
Djoko Setijowarno (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG).
Djoko Setijowarno (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG).

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Semarang didorong melakukan evaluasi terhadap pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Semarang selama ini. Pasalnya, banyak pembangunan JPO yang fungsinya kurang optimal.

“Selama ini, pembangunan JPO kurang memperhatikan aspek orang yang mau lewat, seringnya justru dipakai untuk pemasangan iklan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” kata Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Akibatnya, kata Djoko, JPO di Kota Semarang yang sudah terbangun kurang berfungsi optimal. Seperti halnya JPO di Jalan Pemuda yang dibangun kurang memandang aspek pemanfaatan. “Siapa orang yang mau lewat situ? Model bangunannya tidak standar, 45 derajat, dan betonnya kasar. Coba dihitung yang lewat JPO di Jalan Pemuda, hampir tidak ada,” ujarnya.

Pihaknya tidak mempermasalahkan pembangunan JPO dilakukan oleh pihak ketiga. Menurutnya, apapun pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang bertujuan untuk masyarakatnya. Karena itulah, selain pemanfaatan, pembangunan harusnya di lokasi yang pas. Pembangunan JPO juga harus ramah bagi pejalan kaki. Hal itu sudah jelas aturannya. Di antaranya, diatur sudut kemiringan tangga yang nyaman, maksimal 8 derajat. Sehingga masyarakat pengguna JPO merasa nyaman.

“Dibangun yang landai, biar orang tidak nyeberang jalan. Bayangkan saja, orang naik 45 derajat, apalagi untuk orang yang sudah tua, pasti gak kuat. Yang muda atau remaja saja enggan lewat JPO, apalagi yang sudah tua-tua,” ungkapnya.

Djoko mengharapkan JPO dipasang pada jalan yang padat arus lalulintas. Misal pemasangan JPO dilakukan di jalan searah seperti halnya Jalan Pemuda termasuk di Jalan Siliwangi. “Jalan pemuda harus ada JPO, tapi tidak di dekat Mal Paragon itu. Sebaiknya, didekat JPO ada halte bus, sehingga orang turun bisa langsung ke JPO. Selain itu, penerangan harus cukup,” katanya.

Menurut Djoko, Pemkot Semarang sudah melakukan studi dan memiliki master plan terkait pembangunan atau pemasangan JPO di wilayahnya. Sehingga program tersebut hendaknya dilaksanakan secara optimal dengan tujuan pejalan kaki bisa memanfaatkannya dengan nyaman. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here