BPR Arto Moro Berpromosi Melalui Seragam

164
SERAGAM BARU, SEMANGAT BARU: Karyawan BPR Arto Moro Semarang bersama dengan Radianto (kanan), Subyakto (tengah), Eka Andika Latif (kiri), foto bersama pada saat launching seragam khas perusahaan, baru-baru ini (IST).
SERAGAM BARU, SEMANGAT BARU: Karyawan BPR Arto Moro Semarang bersama dengan Radianto (kanan), Subyakto (tengah), Eka Andika Latif (kiri), foto bersama pada saat launching seragam khas perusahaan, baru-baru ini (IST).

MANAJEMEN BPR Arto Moro Semarang selalu berusaha untuk melakukan terobosan baru untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging), rasa percaya diri (self confidence) serta loyalitas seluruh karyawannya. Kali ini, terobosan baru yang dilakukan adalah melalui seragam (uniform) baru yang lebih kekinian. Juga kewajiban bagi seluruh karyawan untuk melakukan sosialisasi/promosi melalui stiker.

Seragam baru yang dimaksud adalah seragam yang mengadopsi slogan Interpol (Turn Back Crime) untuk mengingatkan warga masyarakat di seluruh dunia agar waspada akan kejahatan yang cukup digemari oleh masyarakat.

Direktur utama BPR Arto Moro, Radianto SE, menyampaikan, seragam baru yang dilaunching tersebut, sebagai salah satu cara manajemen BPR Arto Moro untuk menjadikan seragam lapangan dengan celana tactical, baju dengan atribut bordiran lengkap yang mencerminkan kebanggaan sebagai seorang banker, akan menjadi ikon atau ciri khas dari karyawan BPR Arto Moro Semarang.

Direktur Operasional BPR Arto Moro, Eka Andika Latif SE, menambahkan, dengan mengenakan seragam tersebut, masyarakat atau siapapun yang melihatnya, akan langsung mengenal sebagai karyawan BPR Arto Moro. Karena memang di lingkungan perbankan (BPR) di Semarang dan sekitarnya, baru BPR Arto Moro yang mengenakan.

“Dengan demikian, karyawan akan menjadi lebih bangga dan percaya diri dengan seragam tersebut dan pada akhirnya manajemen mengharapkan karyawan menjadi lebih produktif.”

Pada kesempatan yang sama, Dr. H. Subyakto, SH, MH. MM selaku pemegang saham pengendali dan komisaris utama mengatakan, dengan ciri khas seragam tersebut, maka masyarakat akan turut mengawasi karyawan BPR Arto Moro di manapun mereka berada. Dengan demikian, sebagai seorang banker, sikap, perilaku, dan attitude karyawan BPR Arto Moro harus benar-benar dijaga dalam berbagai kesempatan dan aktivitas. “Karena mereka semua membawa citra/image perusahaan.”

Selain itu, kata Subyakto, seragam khas tersebut dan gerakan tempel stiker perusahaan, juga akan menjadi media promosi berjalan yang sangat efektif. “Sehingga BPR Arto Moro akan semakin dikenal oleh masyarakat dan kepercayaan masyarakat juga semakin meningkat dan kuat,” kata Subyakto. (sct/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here