60 Guru Besar Main Wayang

79

SEMARANG – Undip mementaskan pagelaran wayang orang dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-60 nya. Pada pentas wayang orang ini, Undip bekerjasama dengan komunitas Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa Semarang.

Menristek Dikti, M Natsir memerankan Bathara Brama, Rektor Undip Prof Yos Johan Utama sebagai Sang Hyang Guru, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai Sang Hyang Wenang, Sekda Jateng Sri Puryono menjadi Prabu Kresna, dan Semar diperankan Ketua Senat Undip Prof Sunarso.

Prof Yos Johan Utama menjelaskan, pagelaran wayang orang tersebut melibatkan 60 guru besar Undip berbagai fakultas dan program studi. Hal itu sejalan dengan peringatan Dies Natalis Undip yang tahun ini yang ke-60. “Semar adalah teladan, semacam kaca benggala bagi semua civitas akademika. Meski berperawakan pendek, bongkok, tetapi penuh kemuliaan hati,” katanya.

Demikian pula dalam dunia akademisi, lanjut Yos, kedalaman ilmu seseorang tidak bisa dilihat dari perawakan atau jabatan yang melekat sehingga dengan pementasan lakon Semar Mbangun Kahyangan yang disutradarai Danang Respati dari Ngesti pandawa ini bisa menjadi refleksi bagi seluruh civitas akademika.

Lakon yang diangkat itu menceritakan Semar yang tidak puas dengan kepemimpinan Sang Hyang Guru karena kebijakan-kebijakannya yang dipengaruhi sang istri, Bathara Durga. Sehingga Semar yang merupakan tokoh pamomong ingin membangun istana tandingan.

Sementara itu, Menristek Dikti M Natsir mengatakan, keterlibatannya dalam pementasan wayang orang ini dalam rangka ikut mangayubagya atau merasakan kebahagiaan, sekaligus ikut melestarikan kesenian lokal wayang orang. “Ini pengalaman yang kedua saya. Tanpa persiapan juga, cuma dikasih teks dan didapuk jadi Bathara Brama. Bathara Brama itu menggambarkan penguasa geni (api,),” ujarnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here