33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

39 Hakim Terjerat OTT KPK

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Sejak Maret 2012 hingga sekarang total ada 28 orang di lingkungan Mahkamah Agung (MA) dan peradilan yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari jumlah tersebut 17 diantaranya adalah hakim. Selain itu, dari 48 majelis kehormatan hakim (MKH) yang digelar antara Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA), 22 diantaranya terkena kasus suap dan gratifikasi.

Dengan demikian sedikitnya ada 39 hakim terkena OTT, suap dan gratifikasi. Sedangkan di Pengadilan Tipikor Semarang beberapa tahun lalu ada 3 hakimnya yakni, Pragsono dan Asmadinata terbukti menerima pemberian hadiah (suap) bersama-sama hakim Kartini Julianna Marpaung. Ketiganya tergabung dalam majelis hakim yang menangani perkara korupsi mobil dinas DPRD Grobogan. Satu lagi 2015 lalu, hakim di Pengadilan Negeri (PN) Demak berinisial TI, yang terbukti melakukan perselingkuhan, tapi hanya mendapatkan sanksi nonjob.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara KY, Farid Wajdi mengatakan, sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah bersinergi dengan pimpinan pengadilan untuk berkomitmen bersama-sama dalam memegang teguh dan mengingatkan para hakim senantiasa menjauhkan diri dari potensi pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

“Kami juga memahami pimpinan pengadilan pasti telah melakukan pembinaan. Tapi tetap saling mengingatkan bahwa pembinaan itu agar hakim bisa paham dan sadar, sebagai hakim terikat kode etik dan menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim,” kata Farid.

Namun demikian lanjut Farid, pembinaan juga  perlu diimbangi dengan menampilkan kemuliaan profesi bahwa pimpinan pengadilan harus jadi role model atau teladan bawahannya. Ia menyampaikan, untuk menumbuhkan integritas, maka pimpinannya harus memberi teladan yang baik. “Tentunya hindarilah perbuatan yang dapat menyebabkan pelanggaran kode etik. Sebagai hakim sudah semestinya kewibawaan dan keluhuran martabat harus dijaga,” ungkapnya.

Asisten Penghubung KY Jateng, Muhammad Farhan menambahkan, korupsi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena korupsi telah menjadi salah satu kecurangan terbesar dalam kehidupan bangsa. Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua lembaga peradilan untuk bersama-sama menjauhi korupsi. “Dengan menjadikan pengadilan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), maka nantinya dengan sendirinya akan mengembalikan kepercayaan publik sehingga peradilan bersih yang agung bisa terwujud,” imbuhnya. (jks/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

PKL Kiai Singkil Tolak Relokasi

DEMAK-Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Kaki Lima Kabupaten Demak melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (21/11). Mereka mengawali dengan...

Kiprah Ali Yusa Ajari Nelayan Medokan Sawah Bikin Perahu dari Fiber

PERAHU kayu semakin mahal. Padahal, penghasilan nelayan masih tidak menentu. Masalah itulah yang mendorong Ali Yusa memberikan pelatihan kepada nelayan untuk membuat perahu berbahan...

IP Turun, Bidikmisi Dicabut

WONOSOBO - Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang Prof Cahyo Yusuf bersama jajaran melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program Bidikmisi ke rumah salah satu penerima...

Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja Berkompeten

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinakerin) Pemkab Demak terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kerja yang berkompeten dan profesional. Diantaranya, melalui pelatihan...

Silaturahmi Ramadan Pimpinan DPRD Kota Semarang

SEMARANG – Bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kita diperintahkan untuk meningkatkan tali silaturahmi dengan sesama. Hal ini juga yang dilakukan oleh...

2023, Seluruh Tanah di Jateng Bersertifikat

MUNGKID—Sebanyak 5.120 warga Magelang, Senin (18/9) siang, menerima sertifikat dari pemerintah. Secara simbolis, Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada 12 warga Magelang di...