Terinspirasi Street Food, Banyak Varian Rasa

Kuliner Khas Thailand yang Sedang Hits

175
MENU KEKINIAN : Pengelola Chiang Mai, Original Thai Tea, Lea Milisia mendampingi karyawannya melayani pembeli di gerai miliknya (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang).
MENU KEKINIAN : Pengelola Chiang Mai, Original Thai Tea, Lea Milisia mendampingi karyawannya melayani pembeli di gerai miliknya (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang).

Kuliner asal Thailand kini sedang hits di Indonesia, tak terkecuali di Semarang. Gerai penjual makanan dan minuman asal negeri Gajah Putih ini pun bertebaran, mulai dari gerai franchise di mal hingga kaki lima.

Peluang tersebut ditangkap Lea Milisia. Warga Tembalang ini membuka gerai Chiang Mai, Original Thai Tea. Lea yang beberapa tahun lalu berwisata ke Bangkok, Thailand mengaku terkesan dengan ragam dan rasa kuliner khas Thailand. “Selama di Bangkok saya mencoba berbagai menu dan semuanya enak. Termasuk street food yang dijual di kaki lima daerah Khao San Road,” kata wanita berhijab ini.

Menu yang familiar diantaranya Tom Yum, Pad Thai, dan Mango Sticky Rice. Namun yang paling membuatnya terkesan adalah rasa Thai Tea yang khas. “Teh Thailand unik karena warnanya orange dan rasanya segar karena ada rempah-rempahnya,” ujarnya.

Kini saat kuliner Thailand sedang ngetren, dia ikut mencoba peruntungan dengan berbisnis teh Thailand di daerah Tembalang. “Kebetulan Tembalang daerah kampus Undip, jadi pasarnya sudah ada,” ujar wanita yang membuka gerai di depan Indomaret Jalan Imam Soeprapto No 4 Bulusan, Tembalang ini.

PULEN : Menu ketan mangga khas Thailand dari Mangoku Sticky Rice yang membuka gerai di foodcourt Mal Ciputra (Nurul Pratidina/jawa pos radar semarang).
PULEN : Menu ketan mangga khas Thailand dari Mangoku Sticky Rice yang membuka gerai di foodcourt Mal Ciputra (Nurul Pratidina/jawa pos radar semarang).

Ia menjelaskan, Thai Tea sendiri memiliki cita rasa yang hampir mirip teh tarik. Yaitu teh yang dicampur susu sehingga rasanya segar dan nikmat. Lea yang semula ingin membeli waralaba Thai Tea ini akhirnya memutuskan membuat brand sendiri. Brand Chiang Mai diambil dari nama daerah di Thailand yang sejak dulu ingin dikunjunginya.

“Kunci membuat teh Thailand yang enak berasal dari perpaduan bahan yang pas. Komposisi yang tepat saya dapat setelah berkali-kali mencoba dan meminta beberapa teman mencicipi,” ungkapnya.

Menurut dia, minuman Thai Tea sedang booming dan Semarang merupakan pasar yang bagus. Ini terbukti karena sejumlah pembeli kerap datang lagi dan menjadi pelanggan setia. Agar pembeli tak bosan, beberapa varian rasa dimunculkan. Selain Thai Tea, ada Thai Green Tea, Thai Ovaltine Tea, Thai Nutella Tea, dan Thai Coffee. Cuaca Semarang yang panas membuat pembeli lebih menyukai Thai Tea yang dingin daripada yang panas.

Selain Thai Tea, Mango Sticky Rice belakangan juga banyak diminati. Sajian ini memadukan ketan putih yang pulen dengan irisan mangga. Guyuran saos santan yang legit serta taburan wijen diatasnya menambah sajian lebih kaya rasa.

Sama halnya dengan Thai Tea yang kini hadir dengan berbagai varian rasa, sejumlah produsen Mango Sticky Rice juga menawarkan sejumlah varian yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia atau sajian-sajian kekinian lainnya. Seperti Mango Sticky Rice dengan campuran durian atau guyuran coklat leleh.

Salah seorang penggemar kuliner, Ario mengungkapkan, kehadiran gerai-gerai Thai Street Food di Indonesia memberi warna tersendiri, khususnya bagi para pecinta kuliner. “Ada yang hadir dengan rasa yang original, ada juga yang disesuaikan dengan lidah Indonesia, bahkan ada juga yang dikreasikan hingga berbagai varian rasa,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here