Senang Menjadi Pencari Solusi

55
Yuni J. Manicha R, General Manager Aston Inn Pandanaran (NURCHAMMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG).
Yuni J. Manicha R, General Manager Aston Inn Pandanaran (NURCHAMMIM/JAWAPOS RADAR SEMARANG).

Delapan belas tahun sudah Yuni J. Manicha R meniti karir di dunia perhotelan. Tantangan demi tantangan dihadapi selama menggeluti bidang ini, hingga sampailah ia pada posisi General Manager.

Awalnya, perempuan yang akrab disapa Yuni ini tertarik untuk berkecimpung dalam dunia perhotelan karena dinilai sejalan dengan latar belakang pendidikan yang ia ambil, Bahasa Inggris. “Keahlian berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris banyak digunakan dalam sektor ini,” ujarnya saat ditemui oleh Jawa Pos Radar Semarang.

Ternyata, seiring perjalanan kariernya, banyak kecakapan lain yang juga harus dikuasai. Diantaranya keahlian berkomunikasi serta beradaptasi dengan berbagai karakter yang ditemui. Baik dengan tamu maupun sesama rekan kerja. “Bagi saya ini tantangan yang menarik. Bisnis perhotelan tidak jauh dari hospitality. Bagaimana kita berkomunikasi, melayani tamu dengan baik sehingga mereka merasa nyaman. Hal ini juga sekarang banyak diadaptasi oleh sektor-sektor lain dari segi pelayanan,” ujar perempuan yang kini menjabat sebagai General Manager Aston Inn Pandanaran Semarang.

SOLUTIF : Yuni J. Manicha R bersama sejumlah karyawan di Aston Inn Pandanaran. Dia siap menjadi problem solver bagi masalah yang dihadapi (Nurchamim/jawa pos radar semarang).
SOLUTIF : Yuni J. Manicha R bersama sejumlah karyawan di Aston Inn Pandanaran. Dia siap menjadi problem solver bagi masalah yang dihadapi (Nurchamim/jawa pos radar semarang).

Boleh dibilang, perempuan kelahiran Jakarta ini nyaris khatam dengan lika-liku sektor ini. Terlebih, ia menapaki karirnya dengan memulai dari dasar serta berkeliling ke berbagai divisi dengan berbagai tantangan.

“Tantangan tentunya beragam, karena setiap bagian pasti ada permasalahan yang harus dihadapi. Saat jadi Banquet Sales, kemudian Sekretaris, lalu Duty Manager, dan posisi lainnya yang masing-masing memiliki tantangan yang berbeda. Namun saya menyukai dan mensyukuri semua tantangan tersebut,” kata Yuni.

Saat ia menjabat sebagai Duty Manager hotel misalnya. Jabatan ini bertanggung jawab terhadap semua keluhan tamu. Baik yang sederhana hingga keluhan-keluhan yang terkadang tidak masuk akal. Semuanya harus diselesaikan tanpa menimbulkan masalah baru.

“Adakalanya keluhan yang disampaikan tidak beralasan, karena kadang mereka ada permasalahan di tempat lain, kemudian bad mood  tersebut terbawa saat datang ke tempat kami. Bagaimanapun mereka tamu dan kita harus layani dengan baik. Sehingga harus pandai-pandai berkomunikasi dan mencari solusi, sehingga tamu tetap nyaman tinggal di hotel kami,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan demi tantangan tersebut dinilainya merupakan pengalaman yang menjadi guru. Kini, saat ia berada di posisi sebagai pemimpin, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memecahkan permasalahan manakala hal serupa dialami oleh para stafnya.

“Saya selalu bilang pada anak-anak, kalau ada masalah khususnya dalam pekerjaan, datanglah pada saya. Karena saya akan senang membantu mereka, menjadi problem solver, pencari solusi. Nah, pemecahan masalah ini juga berkat tantangan-tantangan di masa lalu, kini saya tinggal petik buahnya saja,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here