Pergunu Ajak Guru Lebih Aktif Menulis

Kembali Gelar Pelatihan Menulis Artikel Populer

68
ABADIKAN KEBERSAMAAN : Puluhan peserta dan pengurus Pergunu Jawa Tengah foto bareng di sela pelatihan menulis artikel populer di aula kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55 Semarang, Sabtu (4/11) kemarin (ZAENAL/JAWA POS RADAR SEMARANG).
ABADIKAN KEBERSAMAAN : Puluhan peserta dan pengurus Pergunu Jawa Tengah foto bareng di sela pelatihan menulis artikel populer di aula kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55 Semarang, Sabtu (4/11) kemarin (ZAENAL/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG-Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Tengah kembali menggelar pelatihan menulis artikel populer dengan menggandeng Jawa Pos Radar Semarang, yang digelar di aula kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55 Semarang, Sabtu (4/11) kemarin. Dalam pelatihan tersebut setidaknya ada sekitar 30 guru dari sekolah formal maupun informal yang menjadi anggota Pergunu maupun bukan anggota Pergunu.

Pelatihan yang dibuka oleh Ketua Umum Pergunu Jateng, HM Faozin ini, menghadirkan narasumber Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor Layla dan Guru SMA Negeri 3 Semarang sekaligus penulis buku, Hery Nugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Faozin mengatakan bahwa anggota Pergunu diharapkan memiliki semangat menulis yang tinggi sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Tujuan akhir, Pergunu bisa melahirkan penulis yang sesuai dengan ahli sunnah wal jamaah (Aswaja). “Dengan pelatihan ini, tentu bukan hanya dari segi pangkat dan golongan yang diharapkan bisa naik, namun bisa memberikan manfaat kepada sesama dan muncul cendekiawan baru,” katanya usai acara pelatihan.

Ia mengaku, respon dari anggota Pergunu untuk mengikuti pelatihan menulis artikel ilmiah sangatlah tinggi. Karena itulah, Pergunu harus membaginya ke dalam beberapa kloter. Bahkan, pihaknya sudah merencakan pelatihan untuk kloter ketiga yang akan diselenggarakan Desember mendatang. Selain itu, Pergunu akan menyiapkan pelatihan bagi guru pembimbing majalah sekolah dan majalah dinding.

“Kalau dulu hanya ada mading dua dimensi, sekarang sudah berkembang mading tiga dimensi, bahkan empat dimensi. Nanti para guru pembimbingnya diberikan pelatihan dulu, baru ke anak didiknya. Tahapan berikutnya, nanti bisa dilombakan mading antar sekolah,” ujarnya.

Agar terus bisa memotivasi anggota Pergunu untuk menulis, pihaknya akan melakukan diseminasi terhadap karya tulis yang telah dihasilkan oleh anggotanya. Tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada anggota Pergunu, agar bisa terus produktif memberikan andil positif demi kemajuan pendidikan. “Setelah pelantikan Desember nanti, akan kami lakukan diseminasi. Harapannya agar lebih memotivasi anggota Pergunu untuk aktif menulis,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pembicara dalam pelatihan, Hery Nugroho mengatakan dengan digelarnya pelatihan, Pergunu mendorong anggotanya untuk melakukan aktualisasi diri serta menjadi bagian dalam publikasi ilmiah. Apalagi fakta di lapangan saat ini, banyak guru yang tertunda kenaikan pangkatnya lantaran tidak bisa menulis atau menerbitkan artikel ilmiah. “Aturan yang ada agar bisa naik pangkat dan golongan, guru harus mengeluarkan karya ilmiah. Karena tidak biasa menulis, mereka tidak bisa membuat karya ilmiah,” jelasnya.

Kesulitan yang biasanya membelit para guru untuk menulis, lanjut guru berprestasi tingkat nasional ini, adalah anggapan jika menulis itu sulit. Kedua adalah mengajar sebagai guru dan penulis, punya perbedaan. Bahkan para guru memiliki rasa trauma karena sebelumnya telah mengirim artikel popular, namun tidak kunjung dimuat di media massa. “Dengan digandengnya Jawa Pos Radar Semarang, tentu bisa menjadi modal atau sarana bagi para guru agar mau menulis. Modalnya sudah ada, sekarang tinggal mengubah mindset-nya dan membuang rasa malas untuk menulis,” katanya.

Redaktur Pelaksana Jawa Pos Radar Semarang, Ida Norlayla mengatakan, jika Jawa Pos Radar Semarang siap memberikan ruang sekaligus pelatihan kepada anggota Pergunu Jawa Tengah. “Kebetulan kami punya rubrik Untukmu Guruku yang bisa dimanfaatkan. Sebelumnya, kami memberikan pelatihan dan pendidikan singkat mengenai cara menulis agar para guru tidak kesulitan lagi menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan,” ujarnya. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here