Pasar Desa Jadi Tulang Punggung Warga

Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono

53
Pasar Desa: Pasar Desa Sumowono, dibangun sejak tahun 2013 telah menyerap banyak tenaga kerja dari desa setempat (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).
Pasar Desa: Pasar Desa Sumowono, dibangun sejak tahun 2013 telah menyerap banyak tenaga kerja dari desa setempat (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).

SUMOWONO – Kepala Desa Sumowono, Isrofun Yunus optimistis pasar Desa yang ada saat ini mampu mengentaskan kemiskinan warga. Sejak dibangun tahun 2013 melalui tiga tahapan, pasar Desa ini sudah menyerap banyak tenaga kerja dari warga desa. Seperti sebagian pemuda yang terserap untuk menjaga parkir, retribusi, administrator, pengurus pasar dan beberapa pekerjaan lainnya.

Pasar Desa ini, diceritakan oleh Isrofun, dibangun di atas tanah bondo deso dengan membentuk panitia pembangunan pasar. ”Pembangunannya menelan biaya Rp 7,5 Miliar. Sekalipun tanpa modal, bisa berjalan sesuai dengan harapan kita melalui panitia pembangunan pasar itu tadi. Kami berembug dengan BPD, tokoh masyaralat, RT, RW,” ujarnya sembari menambahkan termasuk untuk membayar IMB senilai Rp 120 juta juga dilakukan secara gotong royong.

Kades : Isrofun Yunus (ist)
Kades : Isrofun Yunus (ist)

Keberadaan pasar Desa ini, ditambahkan Isrofun, cukup mendorong roda perekonomian desa Sumowono. Ia contohkan, dalam dua tahun terakhir Pemerintah Desa mampu mensubsidi sebanyak 16 RT untuk melakukan sedekah bumi.

”Tiap RT kami baru bisa memberikan subsidi Rp 4 juta. Penghasilan dari pasar Desa ini kami rasa lumayan. Sehingga kami optimistis mampu untuk mengentaskan kemiskinan di Desa ini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang dengan menekankan prinsip transparan dalam pengelolaan pasar ini untuk mencapai tujuan bersama.

Ke depan, masih dalam program pemberdayaan, Kades Isrofun berencana memberikan kios untuk karang taruna setiap dusun di lima dusun yang ada di Desa Sumowono. Melalui kios ini, dirinya ingin memberdayakan para pemuda sehingga dapat megelola usaha yang dimiliki bersama.”Tujuannya agar karangtaruna bisa berinvest di kios itu dan menciptakan pekerjaan. Tidak mudah, tapi kami tetap optimistis,” kata dia.

Selain itu, untuk usaha kecil, sesuai petunjuk Pemerintah di atasnya, Pemerintah Desa Sumowono berencana untuk memberikan kail atau semacam permodalan kepada masyarakat kecil untuk dapat membuka usahanya. ”Kan tidak mungkin kalau tidak kita kasih modal dulu,” ujarnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here