Merubah Paradigma Lama Guru

43
Oleh: Luftia Hanik
Oleh: Luftia Hanik

PENDIDIKAN Mempunyai peranan sangat strategis dalam mempersiapkan generasi bangsa yang siap berkompetisi di era global. Guru sebagai sosok yang paling diharapkan dan menjadi tumpuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Nasional. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dapat ditingkatkan hanya dengan guru yang professional. Sehingga bangsa Indonesia akan mempunyai daya saing yang memadai di abad milenium ini.

Saat ini tantangan guru tidaklah ringan, bahkan semakin berat karena tanggung jawabnya makin besar dan masalah yang dihadapi pun makin kompleks. Guru tidak lagi datang ke sekolah hanya melaksanakan tugas dan kewajibannya. Namun harus bisa tampil sebagai guru yang unggul, mempunyai daya juang dan jiwa Nasionalisme yang tinggi, berakhlak mulia, menjadi teladan bagi anak didiknya, berkepribadian mantap, penuh inisiatif dan kompetitif, serta menjadi manusia yang dinamis dan futuristic. Guru diharapkan benar-benar mampu menjadi agen perubahan dalam mempersiapkan anak didiknya menghadapi tantangan global.

Kurikulum 2013 lebih menekankan terbentuknya anak didik dengan tingkatan berfikir tinggi yang dikuatkan dalam aspek sikap dan psikomotoriknya agar melahirkan anak bangsa yang religius, kreatif, produktif dan berkarakter. Guru sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar di sekolah. Guru diharapkan lebih piawai dalam keberlangsungan proses belajar mengajar baik di kelas maupun efeknya di luar kelas. Pendidikan yang selama ini masih mengajarkan sebatas aspek pengetahuan, sudah saatnya guru masa kini harus membelajarkan sikap bukan mengajarkan sikap. Karena sikap merupakan sesuatu yang harus tertanam kuat di dalam pribadi seseorang sehingga terlihat dalam setiap perbuatannya bukan pembelajaran hafalan.

Pemerintah telah berupaya maksimal melakukan perbaikan-perbaikan dalam ranah Pendidikan. Perubahan kurikulum, perubahan mendasar kenaikan pangkat guru, sertifikasi guru, PLPG, menggelar lomba inobel, diklat-diklat, seminar tentang ilmu pendidikan, mencanangkan gerakan literasi nasional serta berbagai kegiatan ilmiah lain. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mengikuti tren kemajuan teknologi. Guru yang tidak dapat mengikuti perkembangan jaman akan semakin tertinggal dan berakibat tidak dapat memainkan perannya secara optimal dalam menjalankan profesinya. Pemerintah juga telah berusaha mensejahterakan guru dengan memberikan tunjangan sebesar gaji pokok bagi guru-guru yang sudah tersertifikasi. Namun apakah pemberian tunjangan dan upaya pemerintah telah mampu membawa perubahan dalam meningkatkan mutu pendidikan?

Negeri ini menaruh harapan besar kepada para guru, agar tercipta generasi-generasi yang berkepribadian luhur dan berkualitas, sebagai pewaris dan penjaga tanah air. Persaingan di berbagai bidang dengan negara lain sangatlah kejam. Siapa yang kuat dialah yang menang, dan siapa yang tidak berdaya dia akan termarginalkan. Pendidikan di negeri ini masih jauh dari harapan bahkan tertinggal dengan Negara-negara tetangga dan negara maju lainnya. Guru sebagai unsur yang paling dominan dan menentukan dalam menyiapkan SDM yang unggul, memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Seyogyanya kita sebagai guru harus sadar dan tanggap menangkap perubahan ini. Merubah paradigma lama, dari kultur kerja yang statis menjadi kultur kerja yang dinamis, karena guru senantiasa dituntut untuk inovatif, kompetitif dan kreatif dalam pembelajaran. (*/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here