Empat Orang Ambil Formulir

142

SEMARANG – Bursa ketua umum KONI Jateng periode 2018-2022 jelang Musorprov KONI  25-26 November di Semarang, mulai menggeliat. Sejak dibuka pendaftaran 30 Oktober lalu, kini sudah empat orang yang mengambil formulir pendaftaran calon ketua KONI.

Keempat figur tersebut adalah Ketua KONI Kabupaten Semarang Henky Prasetyo Soemitro, Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Jateng Andreas Budi Wirohardjo, pengusaha Semarang P Sinurat dan Ketua Umum Federasi Hoki Indonesia Jateng Subroto.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Ketua KONI John Richard Latuihamallo mengungkapkan, sudah ada empat orang yang mengambil formulir pendaftaran. Itu artinya sudah ada calon yang berminat memimpin KONI.

”Kami mengapresiasi terhadap keinginan tokoh-tokoh olahraga di Jateng untuk menjadi ketua KONI. Kami tinggal menunggu mereka melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan, seperti didukung secara tertulis minimal 10 pengprov, 5 KONI kabupaten/kota, pernah memimpin cabor, ketua KONI kabupaten/kota, pengurus inti KONI Jateng, pengurus KONI Pusat. Berkas itu ditunggu hingga tanggal 10 November nanti,” kata John.

Menurut John, adanya persyaratan yang cenderung umum itu, pihaknya memprediksi akan ada lagi figur yang mengambil formulir untuk mendaftar sebagai ketua. Karena persyaratan itu memungkinkan banyak orang menjadi ketua KONI.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jateng Hartono menyikapi positif adanya minat sejumlah tokoh olahraga yang mengambil formulir calon ketua KONI. Ini indikasi banyak yang ingin memberikan tenaga dan pikirannya  bagi kemajuan olahraga di Jateng.

”Cukup positif. Saya menghargai keinginan insan olahraga untuk menjadi nakhoda KONI dan tentunya diiringi semangat turut membantu pembinaan olahraga di Jateng,” kata Hartono yang mengaku akan kembali ke habitatnya sebagai pembina karate, setelah tak menjadi ketua KONI.

Hanya saja dia wanti-wanti, agar proses pemilihan ketua KONI kelak di Musporprov berlangsung fair, demokratris dan menghindari money poltics. Di dunia olahraga, kata dia, tak dibenarkan menggunakan politik uang.”Jangan ada money politics. Kalau awalnya sudah tidak benar, selanjutnya juga akan berjalan dengan tidak benar,” tandas sekjen PB Gojukai itu.  (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here